Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekonomi Mulai Pulih, MTF Ungkap Permintaan Kredit Kendaraan Meningkat

Industri pembiayaan mulai merasakan kenaikan permintaan pembiayaan kendaraan dari masyarakat di tengah masa pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 21 Juni 2022  |  15:26 WIB
Corporate Secretary and Legal Compliance Division Head PT Mandiri Tunas Finance (MTF), Arif Reza Fahlepi saat menjumpai wartawan usai hadiri Kuliah Dosen Tamu UIN Raden Fatah Palembang, Selasa (21/06/2022).  - Bisnis/Aisyah Fadilla Triana
Corporate Secretary and Legal Compliance Division Head PT Mandiri Tunas Finance (MTF), Arif Reza Fahlepi saat menjumpai wartawan usai hadiri Kuliah Dosen Tamu UIN Raden Fatah Palembang, Selasa (21/06/2022). - Bisnis/Aisyah Fadilla Triana

Bisnis.com, PALEMBANG – Industri pembiayaan mulai merasakan kenaikan permintaan pembiayaan kendaraan dari masyarakat di tengah masa pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.

Corporate Secretary and Legal Compliance Division Head of Division PT Mandiri Tunas Finance (MTF) Arif Reza Pahlepi mengatakan tren kenaikan itu terjadi sejak tahun 2021.

“Dari tahun lalu, tren kenaikan sudah ada dan berlangsung hingga kini,” katanya usai acara Kuliah Dosen Tamu di Universitas Negeri Islam Raden Fatah Palembang, Selasa (21/6/2022).

Reza menilai kenaikan permintaan itu tidak terlepas dari kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19, di mana pemerintah telah melonggarkan regulasi, seperti pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Selain itu, Reza menambahkan, ada pula kebijakan dalam PPnBM sehingga animo masyarakat untuk mengajukan pembiayaan di otomotif mulai menunjukkan adanya tanda peningkatan.

Dia melanjutkan pihaknya pun berupaya untuk memberikan suku bunga yang lebih kompetitif, di tengah tren kenaikan suku bunga global.

"Naiknya suku bunga pasti ada pengaruhnya, ya. Namun seberapa besar dampaknya akan kami kalkulasi terus,” katanya.

Reza menambahkan, MTF selaku anak perusahaan Bank Mandiri, telah memiliki strategi MTF untuk tetap mampu mempertahankan kinerja di tengah kelangkaan pasokan mobil dan motor baru akibat krisis chipsemikonduktor.

"Di MTF itu tidak hanya satu produk yaitu pembiayaan kendaraan baru. Kita ada yang namanya multiguna,” katanya.

Sehingga, dia mengemukakan,  dengan adanya program tersebut pihaknya akan mendatangkan peluang bisnis, khususnya untuk MTF.

Dia mencontohkan, jika konsumen ada yang membutuhkan dana tunai, maka MTF bisa memberikan top-updana untuk modal usaha atau dipakai renovasi.

“Itu yang bikin kami sustainable (berkelanjutan),"katanya,

Diketahui, tahun ini MTF menargetkan penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp24 triliun. Jumlah itu naik 16,5 persen dari tahun sebelumnya yang berjumlah Rp20,6 triliun.

Adapun 80 persen akan menjadi porsi pembiayaan mobil baru dan sisanya akan digunakan untuk kredit segmen fleet atau korporasi, seperti alat berat, mobil operasional kantor, dan mobil komersial.

Reza menambahkan pihaknya juga menjamin keamanan data nasabah MTF dalam proses pembiayaan kredit kendaraan.

MTF, kata dia, merupakan perusahaan multifinance telah mendapatkan banyak kepercayaan masyarakat khususnya bagi mereka yang membutuhkan bantuan pembiayaan kredit kendaraan bermotor.

Hal ini berkaitan dengan pelayanan yang ditawarkan MTF kepada nasabahnya, salah satunya kerahasiaan data.

Don’t worry, data kamu pasti akan terjaga kerahasiaannya. Apalagi sekarang kita kalau mau mengajukan sesuatu sudah ada yang namanya cek slik,” jelasnya. (M06/M05)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembiayaan mandiri tunas finance
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top