Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RSUD Arifin Achmad Riau Siap Menghadapi Potensi Covid-19 Gelombang Ketiga

Epidemiolog dari RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Muspardi mengatakan kesiapsiagaan ini terutama dalam menyikapi kekhawatiran banyak pihak tentang potensi Covid-19 gelombang ketiga saat Nataru 2022 ini.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 27 Desember 2021  |  19:07 WIB
Tangkapan layar- Ilustrasi Virus Corona varian Omicron. JIBI - Bisnis/Nancy Junita
Tangkapan layar- Ilustrasi Virus Corona varian Omicron. JIBI - Bisnis/Nancy Junita

Bisnis.com, PEKANBARU-- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Provinsi Riau menyatakan rumah sakit rujukan pemerintah di Provinsi Riau itu sudah sangat siap dalam penanganan pasien Covid-19, baik pasien terkonfirmasi maupun suspek.

Epidemiolog dari RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Muspardi mengatakan kesiapsiagaan ini terutama dalam menyikapi kekhawatiran banyak pihak tentang potensi Covid-19 gelombang ketiga saat Nataru 2022 ini.

Dia mengakui Riau mencatat angka kasus terkonfirmasi Covid-19 tertinggi pada rentang waktu Juli hingga Agustus 2021.

"Tertinggi di Agustus di mana kasus terkonfirmasi menembus angka di atas seratusan. Sedangkan pada Juli di angka 77-an. Kalau kita lihat dengan keadaan sekarang, kita bersyukur angka kasus terkonfirmasi sudah sangat terkendali," ujarnya, Senin (27/12/2021).

Menurutnya pihaknya telah membuat analisis data tentang gambaran penanganan Covid-19 yang ditangani oleh rumah sakit pemerintah daerah selama tahun 2021.

Sejak Maret hingga Oktober 2021, RSUD Arifin Achmad mencatat terjadi kasus kematian konfirmasi Covid-19 di ICU, Pinere, NICU dan IGD yang mana secara keseluruhan dalam rentang periode tersebut tercatat 385 kasus kematian akibat Covid-19.

Adapun hal-hal yang perlu diwaspadai untuk saat ini, kata dia, tentulah berkaitan dengan atensi kelalaian masyarakat terhadap protokol kesehatan yang mana masalah ini sangat serius. Karena apa yang ditakutkan banyak pihak terhadap kembali melonjaknya kasus sangat mungkin terjadi, jika masyarakat cenderung lalai terhadap protokol kesehatan.

"Apalagi Riau termasuk 4 daerah terendah dalam penerapan disiplin protokol kesehatan masyarakatnya. Ini yang perlu kita waspadai bersama," ujarnya.

Sementara itu, terhadap upaya yang perlu dilakukan pemerintah dalam mengantisipasi potensi lonjakan Covid-19, yakni perlu strategi intervensi kesehatan masyarakat yang dilakukan secara masif, serta didukung dengan survelen epidemiologi yang kuat.

Dari hasil riset yang sudah dilakukan, seluruh masyarakat di Riau diharapkan membawa dirinya dan keluarganya untuk divaksinasi.

"Kemudian tentulah pemenuhan protokol kesehatan secara menyeluruh, dan bagaimana mobilisasinya tidak terlalu tinggi, terutama di hari libur. Karena bisa menyebabkan persoalan-persoalan yang akan muncul," ujarnya.

Selain itu, dr Muspardi juga mengemukakan pandangannya tentang potensi dari pandemi ke endemi Covid-19 di Riau. Dia menuturkan untuk mencapai endemi perlu beberapa syarat yang harus dikebut, salah satunya cakupan vaksinasi kepada masyarakat

"Karena kalau kita berharap pada endemi, kasus itu sudah terkendali. Tapi kita menghindari timbulnya berbagai varian sehingga tak terkendali sehingga perlu intervensi kesehatan masyarakat," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau Covid-19
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top