Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sandiaga Uno Sebut Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno menyempatkan diri mengunjungi Dekranasda di sela kunjungan kerjanya di Kota Batam.
Bobi Bani
Bobi Bani - Bisnis.com 22 Januari 2021  |  18:23 WIB
Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno (kiri) menyempatkan diri mengunjungi Dekranasda Batam. - Bisnis/Bobi Bani
Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno (kiri) menyempatkan diri mengunjungi Dekranasda Batam. - Bisnis/Bobi Bani

Bisnis.com, BATAM - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno menyempatkan diri mengunjungi Dekranasda di sela kunjungan kerjanya di Kota Batam.

Sandiaga datang mengenakan batik asli Batam dengan motif sirih junjung, warna biru muda. Disambut langsung oleh Ketua Dekranasda Kota Batam, Marlin Agustina Rudi dan juga Wali Kota Batam, Muhammad Rudi serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemko Batam.

"Batik Batam sangat nyaman dipakai dan sangat layak kita kemas sebagai batik unggulan," kata Sandiaga, Jumat (22/1/2021).

Pihaknya yakin dengan produk yang dihasilkan pengrajin lokal, Batik Batam bisa masuk pasar ekspor. Kemenparekraf katanya akan mendukung penuh pengembangan Batik Batam tersebut.

Pada kesempatan itu, Sandiaga juga memberikan apresiasi atas peran dan komitmen Dekranasda Kota Batam yang selama ini mengakomodir serta melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

"Kemenparekraf tengah menyiapkan program beli kreatif lokal. Mudah-mudahan program ini juga bisa menjadi tempat untuk pengembangan Batik Batam," katanya.

Ketua Dekranasda Kota Batam Marlin Agustina Rudi mengatakan saat ini di Kota Batam ada sekitar 20 pengrajin Batik Batam. Kemudian ada 16 hasil karya yang sudah memiliki hak intelektual.

Marlin juga menyampaikan Dekranasda memiliki banyak binaan pelaku UMKM dan juga pelaku ekonomi kreatif di Batam. Tak hanya Batik Batam saja tapi juga ada pengrajin tenun, songket dan lainnya.

"Salah satu lokasiya ada di Pulau Ngenang, Nongsa," katanya.

Saat ini di pulau tersebut, pihaknya juga melakukan pembinaan kepada penduduk setempat untuk membuat home stay. Sehingga para wisatawan yang datang nantinya bisa menginap di home stay yang dikelola langsung oleh masyarakat.

"Kita harap Kemenparekraf bisa terus mendukung kami. Karena salah satu kendala kami adalah keterbatasan pendanaan dan promosi," katanya.(K41)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batam
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top