Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jumlah Investor Saham di Sumut Meningkat 9,7 Persen

Pertumbuhan investor saham ini dipengaruhi oleh meningkatnya kesadaran masyarakat Kota Medan akan pentingnya menabung dan berinvestasi.
Cristine Evifania Manik
Cristine Evifania Manik - Bisnis.com 08 Desember 2020  |  10:33 WIB
Jumlah Investor Saham di Sumut Meningkat 9,7 Persen
Karyawan beraktivitas didepan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (30/11/2020). - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, MEDAN - Bursa Efek Indonesia mencatat terdapat 76.497 Single investor identification (SID) di Sumut per November 2020. Jumlah SID ini meningkat 9,74 persen dibandingkan posisi SID di bulan Oktober sebesar 69.706 SID.

Kepala Perwakilan Bursa Efek Sumatra Utara Muhammad Pintor Nasution menyatakan, bila diakumulasikan sejak awal tahun 2020, terdapat 26.474 investor baru hingga bulan November. “26.474 Investor Baru Per November di Sumatera Utara,” kata Pintor, Senin (7/12/2020).

Adapun jumlah transaksi pada bulan November sebanyak Rp21,11 triliun. Jumlah ini naik sebesar Rp3,43 triliun atau 19,40 persen dibandingkan Oktober 2020. Nilai transaksi di tahun 2020 adalah Rp17,68 triliun.

Sejalan dengan peningkatan SID, sub rekening efek (SRE) turut meningkat. Per November, jumlah SRE menjadi 99.226 SRE. Naik sebanyak 8.972 SRE atau 9,9 persen dibanding bulan Oktober, yaitu 90.254.

Pintor menjelaskan pertumbuhan investor saham ini dipengaruhi oleh meningkatnya kesadaran masyarakat Kota Medan akan pentingnya menabung dan berinvestasi.

Selain itu, bertambahnya Galeri Investasi (GI) BEI di beberapa universitas Sumut juga berperan besar untuk menarik minat investor saham baru.

“GI BEI baik yang syariah maupun konvensional emang mempunyai target 100 Opening Account minimal yang harus dicapai semua GI selama setahun.Tercantum dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS),” kata Pintor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia sumut
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top