Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Langgar Prokes, Bawaslu Catat Ada 23 Peringatan Tertulis untuk Cawalkot Medan

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mencatat ada 23 surat peringatan tertulis akibat pelanggaran prokes yang dilayangkan oleh Bawaslu dan Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) terhadap dua pasangan calon Wali Kota Medan selama masa kampanye.
Cristine Evifania Manik
Cristine Evifania Manik - Bisnis.com 01 Desember 2020  |  17:50 WIB
Anggota Bawaslu Medan Divisi Hukum, Humas, dan Data Informasi M. Taufiqurrohman Munthe saat memaparkan data pengawasan Pemilu Wali Kota Medan, Selasa (1/12/2020).  - Bisnis/Cristine Evifania Manik
Anggota Bawaslu Medan Divisi Hukum, Humas, dan Data Informasi M. Taufiqurrohman Munthe saat memaparkan data pengawasan Pemilu Wali Kota Medan, Selasa (1/12/2020). - Bisnis/Cristine Evifania Manik

Bisnis.com, MEDAN - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mencatat ada 23 surat peringatan tertulis akibat pelanggaran prokes yang dilayangkan oleh Bawaslu dan Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) terhadap dua pasangan calon Wali Kota Medan selama masa kampanye.

Sebanyak sembilan surat peringatan ditujukan kepada pasangan calon (paslon) nomor urut 1 Akhyar Nasution-Salman Alfarisi dan 14 surat peringatan ditujukan kepada paslon nomor urut 2 Bobby Nasution-Aulia Rahman.

Anggota Bawaslu Medan Divisi Hukum, Humas, dan Data Informasi M. Taufiqurrohman Munthe mengatakan peringatan tertulis yang dikeluarkan Bawaslu Kota Medan berjumlah dua surat. Sisanya, dikeluarkan oleh Panwaslu Kecamatan.

Berdasarkan paparan data yang disampaikan Taufiq, surat peringatan terbanyak dikeluarkan oleh Panwaslu Kecamatan Medan Kota, yaitu enam surat. Semua surat peringatan dilayangkan untuk Bobby-Aulia.

Selain surat peringatan kepada paslon, Bawaslu juga mencatat terdapat 21 kecamatan di Kota medan yang mendapat saran perbaikan penerapan prokes Covid-19 pada proses pencocokan dan penelitian (coklit).

“Terdapat di 21 Kecamatan selama proses coklit yang diberikan saran perbaikan secara lisan terkait protokol kesehatan yang tidak diterapkan secara maksimal,” kata Taufik pada Rapat Dalam Kantor Bersama Media Bawaslu Kota Medan, (Selasa/1/12/2020).

Taufiq juga menyinggung hasil rapid test massal yang dilakukan kepada 4303 petugas tepat pemungutan suara (PTPS) pada Kamis, (26/11/2020) dan Jumat, (27/11/2020) lalu. Dia mengatakan persentase PTPS yang reaktif Covid-19 ada dikisaran 5 persen dari seluruh petugas yang mengikuti test.

“Ada yang reaktif, tetapi persentasinya kecil sekitar lima persen dari total 4303 orang. Yang reaktif akan dilakukan rapid test ulang maksimal tujuh hari sebelum pemungutan suara,” katanya.

Adapun, PTPS akan bekerja selama 30 hari, terhitung sejak 23 hari sebelum pemilu dan tujuh hari setelah pemilu. Bawaslu bersama Satgas Covid-19 akan memastikan penerapan protokol kesehatan PTPS selama 30 hari masa kerja tersebut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

medan Pilkada Serentak
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top