Dampak Corona, Penumpang di Terminal BRPS Pekanbaru Sepi Sejak Awal Maret

Henry Tambunan, Kepala Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A BRPS, mengatakan sejak awal Maret ini telah banyak masyarakat yang membatalkan perjalanan ke provinsi lain.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 22 Maret 2020  |  17:25 WIB
Dampak Corona, Penumpang di Terminal BRPS Pekanbaru Sepi Sejak Awal Maret
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, PEKANBARU—Imbauan pemerintah untuk masyarakat agar tetap berada di rumah dan menghindari keramaian berdampak pada jumlah penumpang bus antarprovinsi di terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) Pekanbaru.

Pekan lalu, Pemerintah Provinsi Riau menetapkan status siaga darurat nonalam karena virus corona Covid-19. Sejumlah kegiatan kerumunan diminta untuk diminimalisir, sekolah diliburkan, dan bahkan beberapa pegawai mulai bekerja dari rumah (work from home). Apabila tidak ada keperluan yang terlalu mendesak, masyarakat juga disarankan untuk tetap berada di dalam rumah.

Henry Tambunan, Kepala Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A BRPS, mengatakan sejak awal Maret ini telah banyak masyarakat yang membatalkan perjalanan ke provinsi lain.

"Sejak awal Maret ini, jumlah penumpang yang naik dan turun jauh mengalami penurunan. Biasanya 2.500 orang setiap hari tapi sejak awal Maret turun hingga 2.000 penumpang tiap hari," katanya pada Jumat (20/3/2020), seperti dikutip dari Laman Resmi Pemkot Pekanbaru.

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi meminta pihak terminal BRPS untuk melengkapi alat pendeteksi dini dan pencegahan Covid-19. 

Hal itu bertujuan agar seluruh penumpang maupun pengunjung dapat diperiksa kesehatannya sebagai upaya pencegahan dan memutus mata rantai virus Covid-19.

"Memang di terminal belum memiliki alat untuk pendeteksi suhu tubuh untuk memeriksa setiap pengunjung atau penumpang yang datang. Kami dorong mereka [koordinator terminal] untuk menyediakan alat-alat pendeteksi dini itu," kata Ayat.

Selain memasang alat pendeteksi suhu tubuh, pihak terminal juga diminta menyediakan hand sanitizer yang diperuntukkan bagi pengunjung terminal. 

Ayat juga meminta agar bus antar kota antar provinsi (AKAP) dibersihkan dan disemprot cairan disinfektan. 

Saat penumpang turun dari bus, Ayat meminta pihak terminal mengarahkan mereka untuk mencuci tangan karena mencuci tangan lebih efektif mencegah penularan dibandingkan menggunakan hand sanitizer. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pekanbaru

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top