Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sumut Incar Turis Eropa

Pemerintah Provinsi Sumatra Utara membidik peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara asal Eropa pada tahun ini. Strategi ini diyakini dapat mengompensasi kunjungan turis China yang diperkirakan turun akibat wabah virus corona.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  18:58 WIB
Dermaga Parapat Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara. - Antara/Andika Wahyu
Dermaga Parapat Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara. - Antara/Andika Wahyu

Bisnis.com, MEDAN - Pemerintah Provinsi Sumatra Utara membidik peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara asal Eropa pada tahun ini. Strategi ini diyakini dapat mengkompensasi kunjungan turis China yang diperkirakan turun akibat wabah virus corona.

Kepala Bidang Bina Pemasaran Pariwisata Muchlis memperkirakan penurunan jumlah turis asal China yang datang di Sumut seiring dengan penutupan penerbangan dari dan menuju China sebagai antisipasi penyebaran virus corona.

Jumlah kunjungan wisman asal China mencapai 8.916 orang atau tumbuh 3,03% pada 2019. Turis asal Negeri Panda itu menyumbang 3,43% dari total kunjungan wisman sebanyak 260.311 orang.

Turis asal China berada di urutan ketiga, setelah Malaysia yang menyumbang 46,75% dan Singapura 6,24% terhadap total kunjungan wisman. Meski demikian, Mukhlis meyakini tetap mampu mencapai target 300.000 wisman atau tumbuh 15% pada tahun ini.

"Meski China turun, tetapi akan dikompensasi oleh kunjungan Eropa yang cenderung meningkat," katanya kepada Bisnis dikutip pada Selasa (11/2/2020).

Optimisme itu seiring dengan tren peningkatan kunjungan wisman asal Belanda. Turis asal Belanda mencapai 6.795 orang atau menyumbang 2,61% dari total kunjungan wisman.

Pada tahun lalu, jumlah kunjungan wisman negeri kincir angin itu tumbuh 53,08% dibandingkan dengan 2018 sebanyak 4.439 orang. Ini merupakan pertumbuhan tertinggi di antara kunjungan 10 negara utama ke Sumut yang mayoritas turun.

Hal ini salah satunya karena dibukanya rute penerbangan Denpasar-Medan-Amsterdam pada Oktober 2019. Dia memperkirakan kenaikan turis asal Belanda bakal berlanjut pada tahun ini.

Di samping itu, rencana kunjungan keluarga kerajaan Belanda pada Maret mendatang bakal menjadi media promosi bagi wisata Sumut. Strategi lainnya, Pemprov akan ikut serta dalam beberapa pameran internasional di Eropa.

"Saat ini masih didominasi Malaysia dan Singapura. Belakangan masuk China. Sebelumnya di urutan ketiga selalu bergerak antara Belanda, Jerman, Inggris, Prancis, artinya masih ada potensi," katanya.

Sebagai informasi, jumlah turis asal Jerman tercatat turun 13,07% menjadi 5.087 orang, serta Inggris turun 8,03% menjadi 3.679 orang. Masing-masing berkontribusi 1,95% dan 1,41% terhadap total kunjungan pada 2019.

Berdasarkan rencana jangka menengah daerah (RPJMD) 2018-2023, target wisman yang datang ke Sumut mencapai 500.000 orang. Pembangunan infrastruktur seperti tol dalam kota Medan dan pengembangan destinasi wisata lain, menjadi langkah Pemprov untuk memacu kunjungan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata sumut
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top