Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Meski Melambat, Pertumbuhan Ekonomi Sumsel 2019 Tertinggi di Sumatra

Pertumbuhan ekonomi Sumatra Selatan pada 2019 tercatat sebesar 5,71 persen atau tertinggi di Pulau Sumatra meskipun angka tersebut melambat jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi provinsi itu pada tahun sebelumnya.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  15:13 WIB
Kepala BPS Sumsel Endang Tri Wahyuningsih (tengah) - Bisnis/Dinda Wulandari
Kepala BPS Sumsel Endang Tri Wahyuningsih (tengah) - Bisnis/Dinda Wulandari

Bisnis.com, PALEMBANG - Pertumbuhan ekonomi Sumatra Selatan pada 2019 tercatat sebesar 5,71 persen atau tertinggi di Pulau Sumatra meskipun angka tersebut melambat jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi provinsi itu pada tahun sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Endang Tri Wahyuningsih, mengatakan angka pertumbuhan ekonomi itu juga sudah melampaui laju pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,02 persen. Sementara untuk pertumbuhan ekonomi Pulau Sumatra sebesar 4,57 persen.

“Jika dibandingkan tahun 2018 yang tumbuh 6,04 persen memang melambat tetapi Sumsel masih di atas nasional dan tertinggi di Sumatra,” katanya, Rabu (5/2/2020).

Endang menjelaskan struktur produk domestik regional bruto (PDRB) Sumsel masih dipengaruhi sektor pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, serta pertanian, kehutanan dan perikanan.

Namun demikian, kata dia, pihaknya mencatat terdapat sektor usaha lain yang tumbuh  lebih tinggi dibanding tiga sektor dominan itu, yakni penyediaan akomodasi dan makan minum.

“Pertumbuhan sebetulnya terjadi pada semua lapangan usaha di mana yang tertinggi adalah penyediaan akomodasi dan makan minum yang mencapai 15,35 persen,” katanya.

Sementara dilihat dari sisi pengeluaran, dia mengemukakan, laju pertumbuhan tertinggi terjadi pada konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) yang sebesar 9,78 persen.

Menurut dia, pertumbuhan itu tidak terlepas dari adanya momen pesta demokrasi pada tahun lalu, yakni pemilu legislatif maupun pemilihan presiden periode 2019–2024.

Dia menambahkan, meski konsumsi LNPRT mencetak pertumbuhan tertinggi, namun struktur perekonomian Sumsel masih bertumpu pada konsumsi rumah tangga. Di mana sektor tersebut berperan sebesar 2,47 persen dari angka pertumbuhan ekonomi Sumsel yang senilai 5,71 persen.

Sementara itu Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumsel, Hari Widodo, mengatakan laju pertumbuhan ekonomi Sumsel pada 2019 sesuai dengan prediksi bank sentral.

“Prediksi kami memang sedikit melambat dibanding 2018, yakni menjadi 5,72 persen karena dipengaruhi berbagai kondisi eksternal tetapi kami lihat angka ini masih lebih baik dibanding Sumatra maupun nasional,” katanya.

Apalagi, kata Hari, pada tahun 2018 Sumsel menjadi tuan rumah Asian Games yang memberikan multiplier effect pada sektor usaha lain, salah satunya konstruksi dan percepatan infrastruktur pendukung.

Hari menambahkan, perekonomian Sumsel yang masih mengandalkan komoditas sumber daya alam (SDA), seperti karet, sawit dan batubara rentan terpapar gejolak pasar global.

Sementara diketahui, sepanjang tahun lalu perdagangan dunia diwarnai dengan perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok dan adanya tekanan pada harga komoditas.

“Kondisi itu tentu membuat permintaan kepada negara emerging market menurun dan praktis berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top