Uang Rp1,6 Miliar Hilang di Pemprov Sumut, Tiga Pejabat Nonaktif

Polisi menyatakan telah mengantongi identitas pencuri uang senilai Rp1,6 miliar.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 23 September 2019  |  17:56 WIB
Uang Rp1,6 Miliar Hilang di Pemprov Sumut, Tiga Pejabat Nonaktif
Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah (kiri). - Antara/Irsan Mulyadi

Bisnis.com, MEDAN — Gubernur Sumatera Utara (Sumut) menonaktifkan tiga pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, terkait peristiwa hilangnya uang Rp1,6 miliar milik Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Setdaprov Sumut di pelataran parkir Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro.

Penontaktifan itu dilakukan untuk memudahkan pemeriksaan internal yang sedang dilakukan oleh Inspektorat. Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah mengatakan pemeriksaan internal oleh Inspektorat terkait hilangnya uang tersebut terus berjalan. Untuk memudahkan hal itu, Gubernur sudah menonaktifkan tiga orang pejabat,” ujarnya, Senin (23/9/2019).

Disebutkannya, tiga orang pejabat yang dinonaktifkan itu adalah Raja Indra Saleh sebagai Sekretaris BPKAD yang juga Pelaksana tugas (Plt) Kepala BKAD, Fuad Perkasa sebagai Kabid Pengelolaan Anggaran BPKAD dan Henri Pohan sebagai Kasubbid Pengelolaan Anggaran I BPKAD.

“Diharapkan kepada tiga orang ini dapat lebih fokus menghadapi pemeriksaan yang dilakukan oleh Inspektorat. Sehingga masalah ini segera terungkap dan dapat menjadi pelajaran ke depan,” ujarnya.

 Selain menonaktifkan tiga pejabat, Gubernur juga menunjuk empat pejabat untuk mengisi posisi yang lowong. Mereka yaitu Ismael Parenus Sinaga (Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil) menjadi Plt Kepala BPKAD, Halimatusakdiah (Kabid Perbendarahaan) sebagai Plt Sekretaris BPKAD, Mhd Rahmadani Lubis (Kabid Bina Keuda Kab/Kota) sebagai Plt Kabid Pengelolaan Anggaran, dan Ahmad Syafei (Kasubbid Pengelola Anggaran II) sebagai Plt Kasubbid Pengelola Anggaran I.

Identitas Dikantongi

Sementara dalam perkembangan lain, polisi menyatakan telah mengantongi identitas pencuri uang senilai Rp1,6 miliar, yang hilang di halaman Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro, Senin (9/9) lalu.

Berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira, Selasa (17/9/2019), identitas pelaku diketahui setelah dilakukan pemeriksaan selama sepekan pascaperistiwa tersebut.
 
Namun begitu, ia enggan berkomentar banyak dan membeberkan siapa nama pelaku yang mencuri uang tersebut. "Nanti akan kita sampaikan, mohon doanya," katanya.
 
Diketahui, sebelum uang yang nilainya mencapai miliaran rupiah itu hilang, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Sumut, M Aldi Budianto (40) bersama rekannya yang merupakan PHL di biro perbekalan kantor tersebut, Indrawan Ginting (36) mengambil uang dari Bank Sumut yang berada di Jalan Imam Bonjol, Senin (9/9).
 
Kemudian mereka berdua membawa uang tersebut dengan meletakkannya di bagian bagasi belakang mobil.
 
Namun setibanya di halaman parkir kantor Gubernur Sumut yang berada di Jalan Pangeran Diponegoro Kota Medan, keduanya pun meninggalkan mobil untuk shalat Ashar.
 
Sehabis shalat, keduanya terkejut ketika kunci remot mobil sudah tidak berfungsi lagi saat membuka pintu mobil tersebut. Ternyata, lubang kunci mobil telah rusak, setelah dicek pintu mobil bisa terbuka dan uang tersebut sudah hilang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumut

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top