Pengendalian Banjir di Sumut Libatkan Lima Konsultan

Pengerjaan pengendalian banjir daerah aliran sungai (DAS) Belwan, Deli, Percut, dan Padang, Sumatra Utara menggandeng lima konsultan.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 19 September 2019  |  18:57 WIB
Pengendalian Banjir di Sumut Libatkan Lima Konsultan
Ilustrasi. - Antara/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, MEDAN— Pengerjaan pengendalian banjir daerah aliran sungai (DAS) Belwan, Deli, Percut, dan Padang, Sumatra Utara menggandeng lima konsultan.

Direktur Sungai dan Pantai Dirjen SDA Kementerian PUPR Jarot Widyoko mengatakan untuk pengendalian banjir tersebut, waktu yang diberikan sekitar 18 bulan, dimulai dari 12 Agustus 2019.

“Karena waktunya sedikit tapi harus selesai, kita menggandeng lima konsultan yakni PT Yodya Karya (Persero), PT Duta Cipta Mandiri, PT Indah Karya, PT Global Tirta Nusantara dan PT Pro Lestari,” ujarnya lewat keterangan resminya yang diterima Bisnis, Kamis (19/9/2019).

Selain itu, untuk pengendalian banjir, Asian Development Bank (ADB) atau Bank Pembangunan Asia juga telah menyiapkan dana. Dana Siap Pakai (DSP) dari ADB itu hanya diperoleh empat provinsi di Indonesia, yaitu Sumatra Utara, Jawa Tengah, Kalimantan Timur dan Jawa Barat.

Salah satu upaya yang akan dilakukan untuk pengendalian banjir adalah dengan meninggalkan konsep pematusan air hujan atau membuangnya langsung ke laut. Pola pikir dan budaya yang harus ditanamkan adalah bagaimana untuk mempertahankan air hujan selama mungkin di darat.

“Kembalikan air hujan ke bumi, jangan biarkan terbuang ke selokan atau ke sungai. Mari memanen air hujan,” sebut Jarot.

Bicara tentang banjir, lanjut Jarot, bahwa banjir tidak bisa diatasi. Banjir hanya bisa dikendalikan, dikurangi dan dieliminir. Oleh karena itu, pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota diharapkan dapat membuat suatu peraturan, baik itu di kawasan permukiman maupun perkebunan untuk membuat penampungan air, seperti embung, long storage, kolam retensi, sumur serapan dan lubang biopori.

Guna mempercepat penanggulangan banjir di Sumatera Utara (Sumut), khususnya Kota Medan dan sekitarnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut menyambut baik konsep yang ditawarkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Antara lain mengembalikan air hujan ke bumi dan tidak membiarkan air terbuang ke selokan atau sungai.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi acara Sosialisasi Pengendalian Banjir DAS Belawan, Deli, Percut, dan Padang, Kamis (19/9/2019). Dia mengatakan pihaknya akan segera menyatukan program dengan kabupaten/kota dan berbagai pihak terkait lainnya, guna percepatan pelaksanaan pengendalian banjir di Sumut, khususnya di Kota Medan. “Medan itu ibu kotanya Sumatera Utara, pengendalian banjir ini sangat penting,” ujarnya.

Pasalnya, dia mengatakan permasalahan banjir tersebut sudah lama tidak bisa diatasi, dan ini merupakan problem yang umum bagi kota yang sedang berkembang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumut

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top