Pasar di Sumbagsel Tumbuh, Semen Baturaja Optimistis Penjualan Meningkat

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk atau SMBR meyakni penjualan semen pada triwulan III/2019 membaik seiring tingginya permintaan semen di wilayah Sumatra Bagian Selatan yang merupakan pasar utama perseroan.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 11 September 2019  |  13:40 WIB
Pasar di Sumbagsel Tumbuh, Semen Baturaja Optimistis Penjualan Meningkat
Pekerja PT Semen Baturaja (Persero) Tbk sedang mengemas semen di pabrik perseroan - Istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk atau SMBR meyakni penjualan semen pada triwulan III/2019 membaik seiring tingginya permintaan semen di wilayah Sumatra Bagian Selatan yang merupakan pasar utama perseroan.

 

Direktur Utama PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, Jobi Triananda Hasjim, mengatakan kondisi pasar di Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) menunjukkan pertumbuhan yang signifikan  di tengah kondisi permintaan semen nasional yang masih cenderung stagnan.

 

“Tercatat pada bulan Agustus 2019 saja, permintaan semen di wilayah Sumbagsel tumbuh mencapai 9,4% apabila dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi ini sejalan dengan kinerja SMBR yang basis pemasarannya di sana,” katanya dalam keterangan pers, Rabu (11/9/2019).

 

Jobi memaparkan perseroan berhasil mencatatkan volume penjualan semen sebesar 222.097 ton pada bulan Agustus 2019 atau tumbuh 10,5% dibandingkan bulan Juli 2019.

 

“Pertumbuhan volume penjualan semen di bulan Agustus 2019 yang cukup signifikan, menunjukkan bahwa siklus permintaan semen di Triwulan III/2019 mulai membaik,” katanya.

 

Menurut dia, pertumbuhan volume penjualan SMBR tertinggi berada di wilayah Sumatra Selatan yang mencapai 12% apabila dibandingkan bulan Juli 2019, bahkan pertumbuhan volume penjualan SMBR sampai dengan Agustus 2019 mencapai 16% apabila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Jobi mengklaim pertumbuhan volume penjualan tersebut mampu mengerek market share SMBR di wilayah Sumsel menjadi 70% atau naik 5% dari bulan Juli 2019 yang mencapai 65%.

 

Tak hanya itu, kata dia, pertumbuhan volume penjualan juga berhasil menggerek pendapatan perseroan pada Agustus 2019 yang tumbuh 10% menjadi Rp209,4 miliar dari Rp189,9 miliar pada Juli 2019.

 

Melihat kondisi permintaan semen di Triwulan III/2019 yang mulai membaik dan mulai menggeliatnya proyek pembangunan infrastruktur milik pemerintah, Jobi melanjutkan, pihaknya optimistis SMBR mampu mencapai target penjualan semen pada tahun 2019.

 

“Seiring dengan komitmen pemerintah untuk mempercepat sejumlah proyek pembangunan infrastruktur penghubung seperti ruas jalan tol Sumsel-Lampung dan pencairan alokasi dana desa tahap tiga yang telah dimulai sejak akhir Juli, hal ini jelas akan menjadi katalisator bagi proyek-proyek lainnya,” katanya.

 

Selain itu, perseroan jugatetap fokus mengembangan sektor ritel sebagai kontributor utama terhadap volume penjualan SMBR dengan promosi di tingkat ritel dan konsumer serta memperkuat saluran distribusi dan logistik melalui cement making center.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
semen baturaja, sumbagsel

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top