Kabut Asap : Dinkes Sumsel Bagikan 10.000 Masker

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Selatan membagikan 10.000 alat pelindung diri berupa masker kepada masyarakat di sekitar Kota Palembang untuk mengurangi dampak bahaya dari polusi asap yang masih menyelimuti daerah itu.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 09 September 2019  |  18:30 WIB
Kabut Asap : Dinkes Sumsel Bagikan 10.000 Masker
Pelajar Gunakan Masker - Antara

Bisnis.com, PALEMBANG -- Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Selatan membagikan 10.000 alat pelindung diri berupa masker  kepada masyarakat di sekitar Kota Palembang untuk mengurangi dampak bahaya dari polusi asap  yang masih menyelimuti daerah itu.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi  Sumsel Lesty Nuraini mengatakan pembagian masker merupakan respon cepat yang tujuannya untuk menginisiasi dan mengedukasi masyarakat agar mulai menggunkan masker jika keluar rumah.

“ Untuk mengantisipasi dampak buruk karhutla (kebakaran hutan dan lahan), di mana pagi terasa adanya kabut yang cukup menghalangi jarak pandang dan dikhawatirkan mengganggu pernapasan/kesehatan,” katanya, Senin (9/9/2019).

Lesty menambahkan selain masker juga dibagikan selebaran berisi himbauan pada masyarakat bagaimana menghadapi musim kering dan asap supaya tidak sakit.

Lesty berharap agar masyarakat secara mandiri mampu mengatasi permasalahan kesehatan khususnya menghadapi dampak buruk asap yg bisa datang mendadak.

“Menggunakan masker saat berpergian keluar rumah dapat mengurangi paparan partikel kabut asap,” katanya.

Dia menjelaskan terpapar asap di ruang terbuka tanpa masker dalam waktu yang lama bisa menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Oleh karena itu, pihaknya berharap masyarakat jangan terlampau lama terpapar dengan kabut asap,  kalau pun lama lebih baik menggunakan masker.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Kesehatan Trisnawarman menambahkan, pembagian masker telah dilakukan secara menyebar terutama di kabupaten/kota yang terdeteksi berdampak gangguan asap akibat karhutla.

“ Sudah banyak yang kita sebarkan sudah berapa puluh ribu masker yang kita kirimkan, nah ini untuk harini saja lebih kurang hampir 5000-10.000 masker lebih dibagikan,” katanya.

Dia berharap, masker ini mampu mengantisipasi atau sebagai alat pelindung diri terhadap asap, sehingga masyarakat tidak mudah terjangkit ISPA.  Selain itu pula kesadaran masyrakat juga sangat menentukan terhadap prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Dinkes Provinsi Sumsel juga sudah mengirimkan surat himbauan atau edaran ke kabupaten/ kota untuk mencegah dengan memakai masker, dengan gizi yang cukup, jangan membakar lahan kemudian juga antisipasi lainnya, Karena kalau kondisi lemah sangat mungkin mudah terjadi ISPA,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Sumsel, kualitas udara masih dalam kategori baik per tanggal 8 September 2019.

Menurut dinas tersebut, kategori baik adalah tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan maupun nilai estetika.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumsel, Kabut Asap

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top