Bolak-balik 12 KM, Dian Pakai Pertamax Kala Mengajar di Madrasah Al-Muhajirin Kampar

Pertamax menjadi pilihan karena berbagai keunggulan, seperti suara mesin motor menjadi lebih halus, tarikan lebih enak, dan pengeluaran lebih hemat meski harga BBM ini lebih mahal.
MediaDigital
MediaDigital - Bisnis.com 26 Juni 2019  |  09:43 WIB

PEKANBARU - Sudah empat tahun Dian mengajar di Madrasah Al-Muhajirin, Desa Pancuran Gading, Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar.

Karena jarak antara rumah dan sekolah cukup jauh, dia menggunakan sepeda motor matik untuk berangkat mengabdi dan mendidik generasi muda di desa tersebut.

"Saya sudah mengajar lebih dari empat tahun, dan alhamdulillah menjadi guru memang sudah cita-cita saya yang terwujud, walau banyak rintangan yang harus saya hadapi," kata Dian Fadila Putri SPd yang sehari-hari mengajarkan ilmu biologi kepada anak didiknya.

Beberapa kendala yang dihadapinya untuk berangkat dari rumah ke sekolah yang berjarak sekitar 6 kilometer atau mencapai 12 kilometer pulang-pergi, misalnya jalan penghubung yang masih berupa jalan tanah.

Lalu kondisi jalan tersebut rusak dan berlubang, sehingga saat cuaca hujan, akan menambah kesulitan Dian yang alumni Jurusan Biologi FKIP UIR ini untuk sampai ke sekolah madrasah tingkat Tsanawiyah dan Aliyah tersebut.

Di samping itu, sejak memiliki anak sekitar 2,5 tahun lalu, dia selalu membawa buah hatinya naik motor matik ke sekolah sampai sekarang.

Untuk bahan bakar motornya, Dian mengaku lebih banyak memakai Pertamax dan Pertalite.

"Sebelumnya saya juga sudah memakai bensin," katanya.

Menurut dia, dari ketiga jenis bahan bakar yang dipakainya, Pertamax menjadi pilihan karena berbagai keunggulan. Misalnya suara mesin motor menjadi lebih halus, tarikan lebih enak, dan pengeluaran lebih hemat meski harga BBM ini lebih mahal.

Sementara untuk bensin dia menilai dapat membuat mesin motornya lebih boros bahan bakar, dan kurang cocok untuk mesin motor matiknya.

Dengan jarak mencapai 12 kilometer untuk pulang-pergi ke sekolah, Dian mengaku terus bersyukur karena mendapatkan kesempatan mengabdi sebagai guru madrasah di Kabupaten Kampar.

"Semua kendala ini akan tetap saya lalui untuk mengajar anak didik di sini," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina

Editor : Lili Sunardi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top