Sumut Siapkan Pembangunan LRT Rp2,2 Triliun

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melakukan persiapan pembangunan Light Rail Transit (LRT) Medan-Binjai-Deliserdang-Karo atau disingkat Mebidangro.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 21 Juni 2019  |  00:08 WIB
Sumut Siapkan Pembangunan LRT Rp2,2 Triliun
Kota Medan - pemkomedan.go.id

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melakukan persiapan pembangunan Light Rail Transit (LRT) Medan-Binjai-Deli Serdang-Karo atau disingkat Mebidangro.

Gubernur Sumatra Utara (Sumut) Edy Rahmayadi melaksanakan rapat mengenai LRT tersebut pada Kamis (20/6/2019). Rapat itu melibatkan Pemerintah Kota Medan dan perusahaan dari Korea Selatan, Korea Rail Network Authority (KRNA), yang berpengalaman membangun LRT Jakarta.

“Saya ingin nantinya Pemrintah Korea Selatan bisa memberikan kepastian, mengingat jumlah penduduk di kawasan Mebidangro sekitar 7 juta jiwa. Dengan perhitungan bisnis, jangan sampai pihak Pemprov Sumut atau Korea Selatan merasa ada yang dirugikan nantinya," ucapnya, seperti dikutip dari laman Kemendagri.

Setelah ada kepastian dari Korea Selatan, Edy berharap nantinya tim KRNA bisa melebur dengan tim yang sudah ada di Sumut. Selain soal proyek LRT, dia juga berharap hubungan antara Sumut dan Korea Selatan kian erat.

“Ke depanya mari kita jadikan pekerjaan ini sebagai alat mempererat persaudaraan kita, kalian belajar bahasa Indonesia kami pun akan mengenal budaya dari Korea Selatan,” imbuhnya.

Rencananya, mulai 2020 pengerjaan LRT sudah berjalan. Nantinya, LRT Mebidangro akan beroperasi langsung dari stasiun pusat, yaitu Lapangan Merdeka Medan.

Adapun, pembangunan jalur baru yang akan diaktifkan kembali, seperti jalur Pancur Batu hingga Karo. Sisanya akan menggunakan jalur yang sudah beroperasi.

Wali Kota Medan Dzulmi Eldin menjelaskan bahwa proyek ini akan dibiayai pemerintah pusat dengan bantuan Pemerintah Provinsi Sumut dan Pemerintah Kota Medan.

“Kebutuhan dana sekitar Rp2,2 triliun, mungkin pihak KRNA yang mewakili Pemerintah Korea Selatan juga bersedia menjadi investornya," ucapnya.

Jinbeck Lee, Managing Director Korea Raiload Technical Corporation, mengatakan bahwa kerja sama ini telah lama dinantikan oleh perusahaan itu. Pihaknya pun akan menyampaikan kebutuhan proyek LRT ini ke Pemerintah Korea Selatan.

“Sudah bertahun-tahun kami memeriksa proyek ini, kami ke sini untuk memastikan pelaksanaan pembangunan proyek ini. Usul apa pun dari pemerintah kami siap mendengarkan karena Indonesia sudah seperti saudara sendiri,” ujarnya.

Turut hadir dalam rapat Asisten Pemerintahan Jumsadi Damanik, Kepala Dinas Perhubungan Sumut Abdul Haris Lubis, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Effendy Pohan, Kepala Dinas Pendidikan Arsyad Lubis, dan Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumut, LRT

Sumber : Kemendagri.go.id

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top