Surveyor Indonesia Fokus Garap Sektor Infrastruktur di Sumut

PT Surveyor Indonesia (Persero) fokus menggarap sektor infrastruktur di Sumatra Utara seiring dengan upaya pemerintah mengembangkan sektor ini.
Surveyor Indonesia Fokus Garap Sektor Infrastruktur di Sumut Duwi Setiya Ariyanti | 30 April 2019 10:54 WIB
Surveyor Indonesia Fokus Garap Sektor Infrastruktur di Sumut
Gedung Surveyor Indonesia.
Bisnis.com, MEDAN — PT Surveyor Indonesia (Persero) fokus menggarap sektor infrastruktur di Sumatra Utara seiring dengan upaya pemerintah mengembangkan sektor ini.
 
Kepala Cabang Sumatra Utara PT Surveyor Indonesia, Ruli Marianto mengatakan di tahun ini pihaknya mengerjakan beberapa proyek untuk verifikasi dan inspeksi di sektor infrastruktur, mineral dan batu bara, minyak dan gas serta kelembagaan.
Adapun, menurutnya, sektor infrastruktur bakal menjadi fokus perseroan sejalan dengan upaya pemerintah mengembangkan sektor ini. 
 
"Di Medan banyak pembangunan proyek strategis nasional. Kami mau fokus di infrastruktur," ujarnya di Medan, Senin (29/4/2019).
 
Adapun, dari sisi target pendapatan yang ditetapkan sebesar Rp43 miliar, dia memperkirakan perseroan bisa merealisasikan Rp55 miliar.
 
Di Sumatra Utara, perseroan terlibat dalam inspeksi kualitas batu bara untuk pembangkit listrik milik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Selain itu, pihaknya pun mendampingi perusahaan dalam memenuhi perizinan analisis dampak lingkungan (Amdal) di proyek infrastruktur yang dikerjakan PT Adhi Karya (Persero), Tbk, dan PT Pelindo 1. 
 
"Kami optimistis bisa [mencapai] Rp55 miliar (pendapatan). Ada beberapa pekerjaan infrastruktur, minerba, migas dan kelembagaan," katanya.
 
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Komersial 1 PT Surveyor Indonesia (Persero) Tri Widodo mengatakan Sumatra Utara memiliki potensi di sektor perkebunan sehingga bisa menjadi peluang selanjutnya.
Sementara itu, saat ini Pemerintah tengah menggenjot infrastruktur yang juga berkontribusi terhadap pendapatan perseroan. Oleh karena itu, di kantor yang baru, terdapat laboratorium mineral dan batu bara, laboratorium lingkungan dan produk minyak kelapa sawit.
 
"Di Sumatra Utara itu banyak perkebunan, agribisnis memang sangat menjanjikan ke depan," katanya. 
 
Sementara itu, Direktur Utama PT Surveyor Indonesia, Dian M Noer mengatakan saat ini Medan dan Sumatra Utara memegang peranan penting dengan sejumlah pembangkit listrik yang beroperasi. Secara nasional, diperkirakan kontribusi pendapatan dari wilayah ini sebesar 7% dari total target pendapatan yakni Rp1,63 triliun. 
 
Di sisi lain, sebagai penyedia jasa verifikasi dan inspeksi, pihaknya terus melakukan digitalisasi agar konsumen bisa mendapatkan hasil yang akurat dan cepat. Oleh karena itu, di tahun ini perseroan mengalokasikan Rp1,23 triliun yang mayoritas dibelanjakan untuk melakukan digitalisasi. 
 
"Capex di angka Rp1,28 triliun. Itu target yang ada di RKAP (rencana kerja dan anggaran perusahaan). Utamanya untuk itu (digitalisasi) sekarang. Jasa survei ini butuh yang lebih cepat karena kita masuk ke [Industry] 4.0 syarat utamanya adalah itu," katanya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
infrastruktur

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top