Korban Tewas Ledakan Gas di Medan Bertambah

Korban tewas akibat gas di rumah toko Jalan Kruing, Medan, Sumatra Utara pada Kamis (11/4/2019) bertambah setelah menjalani perawatan di rumah sakit.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 25 April 2019  |  16:55 WIB
Korban Tewas Ledakan Gas di Medan Bertambah
Polisi berjaga di lokasi ledakan gas di rumah toko, Jalan Kruing, Medan, Sumatera Utara, Jumat (12/4/2019). Akibat ledakan gas yang terjadi di kawasan pusat oleh-oleh di Medan pada Kamis (11/4) malam tersebut, menyebabkan dua orang meninggal dunia, 10 orang lainnya luka-luka dan sedikitnya empat ruko rusak. ANTARA FOTO - Irsan Mulyadi

Bisnis.com, MEDAN—Korban tewas akibat gas di rumah toko Jalan Kruing, Medan, Sumatra Utara pada Kamis (11/4/2019) bertambah setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

Ana, saudari dari Rahmat, salah seorang korban menyebut adiknya meninggal dunia setelah sepekan menjalani perawatan. Sepekan setelahnya, istri Rahmat, Dewi juga menghembuskan nafas terakhir. Ana tak mau memberikan keterangan secara detail karena masih dalam suasana berkabung.

Dengan demikian, usai ledakan gas terjadi, terdapat dua korban tewas dengan enam lainnya luka-luka.

“Hari ini istrinya (Dewi) meninggal. Nanti lagi ya lagi ada kemalangan. Ini di rumah duka,” ujarnya, Kamis (25/4/2019).

Lebih lanjut, dia mengatakan ledakan gas disebabkan karena jaringan pipa gas. Menurutnya, keluarga belum meminta pertanggungjawaban PT Perusahaan Gas Negara Tbk. sebagai penyedia gas.

“Itu karena pipa gas yang tertanam. Belum (melapor ke PT Perusahaan Gas Negara) karena baru kena kemalangan hari ini,” katanya. 

Di tempat kejadian peristiwa, tiga ruko masih dilintasi garis pengaman polisi. Kerusakan terparah dialami oleh ruko yang berada di tengah yang merupakan Kedai Sate Kerang Rahmat. Rahmat dan istrinya, menjadi dua korban tewas dalam kejadian itu. 

Berdasarkan pantauan lapangan, dinding ruko bagian depan pada lantai dua rusak sehingga isi ruangan dalam dapat terlihat. Puing-puing bekas ledakan serta retakan di dinding pada lantai 1 gedung pun terlihat dari sisi jalan. Sementara itu, di sisi kanan dan kiri terdapat puing runtuhan yang menimpa mobil jenis minibus dan motor. 

Sebelumnya, Manager Komunikasi dan CSR PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I, M Roby Hervindo mengatakan pihaknya belum mengetahui pasti penyebab ledakan yang terjadi pada Kamis (12/4/2019) malam. Adapun, pihaknya telah melakukan penyelidikan di lapangan namun tidak ditemukan bekas gas liquefied petroleum gas (LPG) yang meledak.

"Pengamatan sementara dari tim, tabung elpijinya utuh, enggak pecah atau sobek," ujarnya saat dihubungi Bisnis, Jumat (12/4/2019).

Lebih lanjut, dia menyebut masih menanti hasil pemeriksaan kepolisian. Menurutnya, pihak kepolisian yang berkepentingan melakukan penyelidikan lanjutan dan memberikan kesimpulan atas penyebab ledakan tersebut.

"Namun kami tegaskan sekali lagi, ini hanya pengamatan tim internal kami. Penyebab pastinya, kami tunggu dari hasil pemeriksaan kepolisian," katanya.

Sales Area Head PGN Medan, Saeful Hadi mengatakan pihaknya tak menemukan kerusakan pada instalasi gas meskipun ruko tersebut dialiri jaringan pipa gas.

Berdasarkan hasil pantauan timnya di lapangan, terdapat 4 tabung LPG 3 kg dan 1 tabung gas ukuran 12 kg dengan satu di antaranya yang ditutupi kantung plastik. Tabung gas ini, katanya, diduga sebagai penyebab ledakan gas.

“Semuanya telah diperiksa, tidak ada yang rusak dan bocor,” ujarnya.

Dia menampik bahwa ledakan diakibatkan kebocoran gas pipa. Kendati demikian, pihaknya menanti keterangan resmi dari pihak kepolisian. Sambil menanti keterangan resmi dari pihak kepolisian, untuk sementara, pihaknya menghentikan aliran gas.

“Namun demikian sesuai SOP, kami menutup sementara aliran gas dan saat ini polisi juga tengah melakukan olah TKP,” kata Saeful.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gas

Editor : Muhammad Abdi Amna

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top