Asperindo Riau Tolak Kenaikan Tarif Kargo Udara 330%, tapi tak Boikot Maskapai

Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Provinsi Riau menolak kebijakan tarif kargo udara yang naik sampai 330%.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 13 Februari 2019  |  20:09 WIB
Asperindo Riau Tolak Kenaikan Tarif Kargo Udara 330%, tapi tak Boikot Maskapai
Ilustrasi: Kargo di bandara - Antara

Bisnis.comPEKANBARU - Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Provinsi Riau menolak kebijakan tarif kargo udara yang naik sampai 330%.

 Ketua Asperindo Riau Yanri Sandi Lubis mengatakan dengan kenaikan tarif kargo udara ini, sejumlah perusahaan anggotanya akan berhenti beroperasi.
 
"Sekitar tiga perusahaan sudah berhenti karena imbas tarif mahal kargo udara ini membuat biaya operasional membengkak, dua lagi juga menyusul," katanya Rabu (13/2/2019).
 
Dia menjelaskan dampak mahalnya tarif kargo ini tidak hanya merugikan pihaknya, tetapi yang jelas akan menganggu perkembangan usaha mikro kecil dan menengah.
 
Hal itu disebabkan UMKM sebagai pengguna jasa kargo udara akan menderita kerugian akibat mahalnya tarif yang dibebankan.
 
Bahkan dampak turunan lainnya adalah masyarakat umum, yang selama ini telah menggunakan jasa pengiriman lewat udara untuk distribusi barang.
 
"Kami menolak kenaikan tarif ini, tapi kami tidak akan boikot maskapai, tetap kerja seperti biasa," katanya.
 
Adapun menurut data Asperindo Riau, tarif kargo udara di Pekanbaru sebelumnya yaitu Rp2.750 per kilogram, dan kini sudah naik sampai Rp9.900 per kilogram.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pesawat, riau, kargo udara

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top