Begini Peta Rencana Penurunan Kemiskinan Sumatra Utara

Angka kemiskinan di Sumatra Utara ditarget turun pada 2023 sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 11 Februari 2019  |  20:20 WIB
Begini Peta Rencana Penurunan Kemiskinan Sumatra Utara
PT Waskita Karya Realty tengah merampungkan pembangunan The Reiz Condo di Medan, Sumut, Rabu (8/8). - JIBI/Ropesta Sitorus

Bisnis.com, MEDAN —  Angka kemiskinan di Sumatra Utara ditarget turun pada 2023 sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

Dalam keterangan resminya, Senin (11/2/2019), Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi mengatakan dalam kurun waktu empat tahun ke depan, pihaknya bisa bakal mereduksi jumlah penduduk miskin secara signifikan. Adapun, jumlah penduudk miskin ditarget bisa menyentuh 7,39% dari total penduduk atau sekitar 1,06 juta jiwa.

Pada September 2018, jumlah penduduk miskin di Sumatra Utara sebanyak 8,94% dari jumlah total penduduk. Adapun, jumlah penduduk miskin di kota dan di desa nyaris sama dengan 686.970 jiwa penduduk miskin di kota dan 605.020 jiwa di desa.

Dari hasil survei sosial ekonomi nasional (Susenas) periode September 2018, 1,29 juta penduduk di Sumatra Utara masuk kategori miskin karena hanya mengeluarkan biaya rata-rata perbulan sebesar Rp451.673 perkapita.

Penduduk di desa masuk kategori miskin bila hanya mampu memiliki pengeluaran rata-rata Rp435.492 perkapita setiap bulan. Sementara itu, penduduk di kota masuk kategori miskin karena tak mampu berbelanja lebih dari Rp465.790 perkapita perbulan.

"Angka kemiskinan di Sumatra Utara (Sumut) ditargetkan menurun hingga 7,39% dari total jumlah penduduk Sumut dan pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 5,7 % pada tahun 2023," ujarnya.

Agar bisa menangani masalah kemiskinan, dia menyebut bakal menambah ketersediaan lapangan kerja. Selain itu, balai pelatihan kerja diharapkan bisa disediakan melalui kerja sama dengan para pemangku kepentingan.

Dari sisi pendidikan, pihaknya bakal meningkatkan lama pendidikan yang bisa diakses masyarakat.

Terakhir, pihaknya pun mendorong pengembangan produk unggulan daerah melalui inisiatif one region one product, pengembangan berbasis kawasan seperti agripolitan dataran tinggi, pengembangan kawasan peternakan, agri techno park di kawasan Medan, Binjai, Deli Serdang dan Karo.

"Hal tersebut bertujuan untuk menjawab permasalahan dan tantangan pembangunan ke depan,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumatra utara

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top