BNPB Minta Riau Libatkan Ulama Cegah Karhutla

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta Riau mengikutsertakan para ulama, dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.
Arif Gunawan | 08 Februari 2019 15:59 WIB
Pengendara sepeda motor melintasi jalan yang dipenuhi kabut asap kebakaran hutan dan lahan, di Pekanbaru, Riau - Antara/Rony Muharrman

Bisnis.com, PEKANBARU -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta Riau mengikutsertakan para ulama, dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.

Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan untuk mencegah karhutla, perlu peran aktif masyarakat di daerah yang rawan kasus kebakaran lahan, termasuk ulama.

"Riau kan mayoritas masyarakat muslim, mari kita libatkan ulama-ulama kita, misal saat ceramah dan khotbah disisipkan soal mencegah karhutla, tidak lama paling dua atau tiga menit," katanya Jumat (8/2/2019).

Menurut Doni, tindakan hukum tegas kepada pelaku pembakaran hutan dana lahan, memang diperlukan. Namun pendekatan secara emosional kepada masyarakat melalui para tokoh masyarakat dan ulama, perlu dilakukan agar kesadaran masyarakat semakin meningkat.

Langkah ini dipandang perlu pihaknya, karena masalah karlahut sudah menjadi isu nasional, bila bencana karlahut berbuah kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga bisa sampai ke negara tetangga.

Di samping itu setiap pihak terkait dalam penanggulangan karlahut mulai dari penegak hukum, BPBD, manggala agni, pemda, hingga aparatur di kelurahan dan desa.

"Karena Indonesia ini dikenal dengan daerah rawan bencana, wilayah pertemuan lempeng bumi, untuk Riau ini rawan kebakaran seperti halnya Kalimantan, seperti 2015 lalu risiko kerugian bisa sampai Rp250 triliun," katanya.

Adapun pada Januari-November 2018 lalu, jumlah luas lahan terbakar di Riau mencapai 5.776 hektare, dengan wilayah karhutla terbesar yaitu di Kabupaten Rokan Hilir.

Tag : riau, bnpb, kebakaran hutan
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top