Kelanjutan Tol Laut: Pemerintah Terapkan Sistem Dashboard Di 3 Titik

Pemerintah berencana menerapkan sistem dashboard di tiga titik wilayah timur Indonesia sebagai bagian dari implementasi kelanjutan program tol laut.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 05 Februari 2019  |  06:36 WIB
 Kelanjutan Tol Laut: Pemerintah Terapkan Sistem Dashboard Di 3 Titik
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ketiga kanan) berbincang dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (kedua kanan) saat menghadiri seminar nasional tol laut di atas kapal KM Dorolonda, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, Senin (4/2/2019). - ANTARA/Abriawan Abhe

Bisnis.com, SURABAYA - Pemerintah berencana menerapkan sistem dashboard di tiga titik wilayah timur Indonesia sebagai bagian dari implementasi kelanjutan program tol laut.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan ketiga wilayah yang dikembangkan untuk penerapan sistem dasboard ini adalah Dopo di Kepulauan Aru - Maluku, Kupang NTT dan Sorong Papua.

"Ini (dashboard) kita jadikan model baru untuk menekan disparitas harga di daerah kawasan timur Indonesia, sehingga dengan sistem dashboard ini yang akan mendapatkan harga yang baik adalah para nelayan dan pedagang kecil, bukan si perantara," katanya seusai seminar tentang melanjutkan konektivitas, membuka jalur logistik dan menekan disparitas harga menyambut Hari Pers Nasional, Senin (4/2/2019).

Dia menjelaskan sistem dashboard merupakan strategi untuk memotong mata rantai perdagangan agar para konsumen mendapatkan harga yang tidak mahal, dan produsen seperti petani atau nelayan akan mendapatkan harga jual yang layak.

"Jadi dengan adanya dashboard, rantai bisnis dari port ke end user itu kepotong. Nanti kita akan minta bantuan pemda setempat juga untuk turut serta dalam program ini," imbuhnya.

Budi menambahkan, sistem dashboard adalah sistem yang di dalamnya sudah terdapat data suplai barang komoditi dan demand dari setiap daerah.

Dia mencontohkan, koperasi petani di Jatim mengirimkan beras ke Merauke dengan jumlah dan nama penerima beras yang sudah terdata di sistem dashboard. Setelah turun kapal, penerima beras/pedagang/toko kecil yang sudah terdata yang bisa langsung akan membeli dan lalu dijual ke pasar atau end user.

"Jadi pembelinya sudah bukan pedagang besar-besar. Sebaliknya untuk komoditas ikan juga begitu. Dari ikan yang dikirim ke Maluku langsung dibeli oleh restauran seafood di Surabaya, sehingga restonya mendapatkan harga yang murah dan fresh," jelasnya.

Budi menambahkan, untuk sistem dashboard sendiri, Kemenhub juga bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan dan pemda-pemda hingga akademisi.

"Untuk sistem dashboard kita minta bantuan teman-teman dari ITS, lalu yang akan mengumpulkan data pedagang dan produsennya itu dari Universitas Pattimura," katanya. 

Diharapkan dengan adanya sistem ini, biaya logistik dapat ditekan dan para nelayan/petani dan pedagang kecil bisa mendapatkan margin yang maksimal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Tol Laut

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top