Nilai Ekspor Sumut Turun 6,33% pada Desember 2018

Nilai ekspor dari pelabuhan muat di Sumatra Utara turun sebesar 6,33% bila dibandingkan dengan realisasi pada November 2018 yakni dari US$707,49 juta menjadi US$662,74 juta.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 04 Februari 2019  |  08:05 WIB

Bisnis.com, MEDAN--Nilai ekspor dari pelabuhan muat di Sumatra Utara turun sebesar 6,33% bila dibandingkan dengan realisasi pada November 2018 yakni dari US$707,49 juta menjadi US$662,74 juta. 

Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Utara, Bismark SP Sitinjak mengatakan nilai ekspor yang terealisasi pada Desember 2018 lebih rendah bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Nilai ekspor pada Desember 2018 turun 8,44% dibandingkan dengan capaian pada Desember 2017 yakni dari US$723,79 juta menjadi US$662,74 juta.
 
Adapun, sepanjang tahun 2018, Sumut membukukan nilai ekspor sebesar US$8,78 miliar atau turun 4,77% dibandingkan dengan capaian tahun 2017 yakni US$9,22 miliar. 
 
"Nilai ekspor Sumatra Utara pada Desember 2018 mengalami penurunan sebesar 6,33%," ujarnya. 
 
Perinciannya, pada Desember 2018, ekspor berasal dari komoditas pertanian dengan nilai US$63,09 juta dan produk industri sebesar US$599,65 juta. Kendati mendominasi, produk industri justru turun 7,10% bila dibandingkan dengan November 2018 yakni dari US$645,50 juta menjadi US$599,65 juta. Di sisi lain, komoditas pertanian justru naik 1,77% dari US$61,99 juta pada November 2018. 
 
Tren yang sama terlihat pada capaian nilai ekspor selama setahun. Nilai ekspor produk industri selama 2018 turun 5,70% dari US$8,57 miliar pada 2017 menjadi US$8,08 miliar. Sementara itu, komoditas pertanian naik 7,33% dari US$654,58 juta pada 2017 menjadi US$702,55 juta pada 2018.  
 
Dari sisi golongan barangnya, lima barang yang mencatatkan penurunan nilai ekspor dibandingkan November 2018 yakni kelompok karet dan barang dari karet yang turun 14,93% dari US$92,85 juta menjadi US$78,99 juta. Kemudian, golongan berbagai produk kimia yang turun 8,60% dari US$74,57 juta menjadi US$68,33 juta. 
 
Lalu, produk bahan kimia organik yang turun 5,02% dari US$29,49 juta menjadi US$28,01 juta. Produk lainnya yang juga turun nilai ekspornya yakni tembakau yang turun 17,56% dari US$28,75 juta menjadi US$23,73 juta. Terakhir, produk buah-buahan yang turun 16,70% dari US$18,35 juta menjadi US$15,29 juta.
 
Golongan barang yang  mencatatkan kenaikan yakni lemak dan minyak hewaan/nabati yang naik 4,32% dari US$256,61 juta menjadi US$267,68 juta dan golongan kopi, teh dan rempah-rempah yang naik 5,27% dari US$41,53 juta menjadi US$43,72 juta. 
 
Golongan barang lainnya yang naik nilai ekspornya yakni golongan sabun dan preparat pembersih yang naik 5,01% dari US$22,14 juta menjadi US$23,25 juta. Kenaikan nilai ekspor juga berasal dari golongan barang ikan dan udang yang naik 0,8% dari US$19,05 juta menjadi US$19,20 juta serta terakhir, kayu dan barang dari kayu yang naik 4,19% dari US$18 juta menjadi US$18,76 juta. Sayangnya, kendati mencatatkan kenaikan nilai ekspor, komoditas ini belum bisa mengompensasi penurunan nilai ekspor komoditas lainnya.   

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekspor

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top