Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Riau Baru Bisa Penuhi 50 Persen Kebutuhan Beras Warganya

Riau baru mampu memenuhi kebutuhan beras sebesar 50 persen akibat alih fungsi lahan yang masif dan menyebabkan terus defisit pasokan beras.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 November 2018  |  06:59 WIB
Ilustrasi aktivitas pedagang beras. - Bisnis/Arief Rahman
Ilustrasi aktivitas pedagang beras. - Bisnis/Arief Rahman

Bisnis.com, PEKANBARU – Koordinator Program Studi Magister Ilmu Pertanian Universtas Riau, Wawan, mengatakan daerah ini baru mampu memenuhi kebutuhan beras sebesar 50 persen akibat alih fungsi lahan yang masif dan menyebabkan Riau terus defisit pasokan beras.

"Alih fungsi lahan di Riau ke perkebunan sawit sudah terjadi selama 10 tahun terakhir. Jika dibandingkan dulu, sekarang lahan pertanian di Riau sangat sedikit dan fakta ini cukup mengherankan," kata Wawan di Pekanbaru, Kamis (29/11/2018).

Menurut dia, seharusnya ini tidak perlu terjadi karena secara geografis Riau punya lahan basah atau low land yang tersebar mulai dari Kabupaten Rokan Hilir sampai Indragiri Hilir yang sangat baik untuk pengembangan pangan terutama padi.

"Berdasarkan kondisi geografis masifnya alihfungsi lahan di Riau tersebut, cukup aneh jika kita hanya mampu menutupi separuh dari kebutuhan beras provinsi," kata Wawan.

Hasil produksi beras di Riau hanya mampu memenuhi sekitar 50 persen dari kebutuhan masyarakat Riau. Wawan menjelaskan bahwa keanehan tersebut ditimbulkan karena budaya masyarakat Riau yang memang lebih suka perkebunan terutama kelapa dan sawit dibandingkan dengan pertanian.

"Masyarakat Melayu memang punya budaya perkebunan kelapa berbeda dengan daerah Jawa yang memang punya budaya bertanam padi di samping masalah agribisnis," kata Wawan.

Permasalahan agribisnis seperti murahnya harga beras di pasaran tersebut juga menjadi penyebab petani Riau enggan menanam padi dan beralih ke sawit.

Namun, beberapa tahun terakhir sebagian masyarakat Riau justru kembali mengalihfungsikan lahan sawit mereka ke tanaman padi dan hortikultura, karena ternyata padi dan cabe lebih menguntungkan jika dihitung-hitung.

Keinginan masyarakat Riau kembali bertanam padi justru menjadi sebuah fenomena baru, disaat orang berbondong-bondong mengonversi lahan mereka ke tanaman sawit, tapi contohnya kini justru di Desa Langsat Permai, Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak, Riau, mereka sudah kembali ke sawah.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau pangan

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top