Dampingi Pengeluaran Satker, Riau Hemat Rp360 Miliar

Pemprov Riau menginstruksikan seluruh satuan kerja, untuk mengikuti coaching clinic atau pendampingan, dalam mengatur pencairan keuangan. Dari langkah ini, pemda tersebut mengklaim berhemat sampai Rp360 miliar.
Arif Gunawan | 08 November 2018 21:10 WIB
Kantor Gubernur Riau - Istimewa
Bisnis.com, PEKANBARU -- Pemprov Riau menginstruksikan seluruh satuan kerja, untuk mengikuti coaching clinic atau pendampingan, dalam mengatur pencairan keuangan. Dari langkah ini, pemda tersebut mengklaim berhemat sampai Rp360 miliar.
 
Sekda Provinsi Riau Ahmad Hijazi mengatakan saat ini daerahnya mengalami defisit keuangan hingga Rp1,7 triliun, karena itu setiap pengeluaran perlu diawasi dengan benar.
 
"Kami sudah keluarkan surat, semua 26 organisasi perangkat daerah sudah mengikuti coaching clinic dari BPKAD, dilakuka pendampingan dalam hal pencairan, pengusulan, atau keputusan tunda bayar," katanya Kamis (8/11/2018).
 
Hijazi menyatakan dari laporan BPKAD kepada dirinya, ada penghematan yang berhasil dilakukan dari upaya pengendalian anggaran di semua satuan kerja, nilainya mencapai Rp360 miliar.
 
Selain dari penghematan dalam hal pengeluaran, sebelumnya pemprov juga sudah melakukan upaya pengurangan perjalanan dinas pejabat dan aparatur sipil negara.
 
Hasilnya dari upaya tersebut, diperkirakan penghematan anggaran yang dicapai pemprov sudah menyentuh angka Rp600 miliar.
 
"Dengan adanya penghematan ini, defisit anggaran Riau tinggal Rp1,1 triliun lagi, dan ini akan terus kami kejar supaya bisa menekan angka defisit hanya tinggal Rp500 miliar- Rp600 miliar," katanya.
 
Adapun pemprov Riau mengalami kesulitan anggaran, karena adanya kebijakan tunda salur dana bagi hasil migas oleh pemerintah pusat, sejak akhir 2017 lalu.
Tag : anggaran, apbd, riau
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top