SPEKTRUM : Mental Juara

Sosok M. Fadli Imammudin, atlet para cycling atau balap sepeda Indonesia itu, kembali mencuat ke permukaan jelang gelaran Asian Para Games 2018.
Surya Rianto
Surya Rianto - Bisnis.com 02 Oktober 2018  |  02:00 WIB
SPEKTRUM : Mental Juara
Surya Rianto

Sosok M. Fadli Imammudin, atlet para cycling atau balap sepeda Indonesia itu, kembali mencuat ke permukaan jelang gelaran Asian Para Games 2018.

Fadli dinilai memberikan inspirasi dan gambaran seorang atlet dengan mental juara. Alasannya, dia mampu bangkit dari keterpurukan di arena balap dan bisa kembali berprestasi lagi untuk Indonesia.

Secara historis, Fadli mulai dikenal, terutama para penggemar motor balap, setelah tim Honda Indonesia merekrutnya pada 2014 untuk berlaga di Asia Road Racing Championship. Fadli bertugas meneruskan perjuangan almarhum Denny Triyugo yang meninggal, karena kecelakaan tunggal pada sesi latihan di Sentul, Bogor.

Memasuki musim 2015, Fadli mulai menunjukkan sinarnya sebagai pebalap motor di kancah internasional. Puncaknya, pada seri Sentul Agustus 2015, dia menjadi yang tercepat, tetapi hasil itu membuatnya harus pensiun dini sebagai pembalap motor.

Selepas melewati garis finish, Fadli mengalami kecelakaan tragis. Kronologinya, dia memperlambat laju motornya untuk melakukan selebrasi, tetapi pembalap di belakangnya tetap melaju dengan cepat.

Kecelakaan pun tidak dapat terelakkan. Kaki kiri Fadli disambar oleh pembalap di belakangnya yang terus melaju dengan cepat. Akhirnya, sang juara harus kehilangan salah satu kakinya tersebut.

Meskipun begitu, dia tidak patah arang. Kehilangan kaki kiri bukan berarti menghancurkan karirnya di dunia balap seumur hidup.

Setelah kejadian itu, Fadli tetap berada di dunia balap sebagai instruktur Honda Racing School. Selain itu, dia juga mulai mencoba tantangan baru yang tidak jauh dari dunia balapan yakni, balap sepeda.

Pada masa pemulihan, dia mencoba bersepeda untuk menjaga staminanya. Apalagi, dia juga harus membiasakan diri beraktivitas dengan kaki palsunya tersebut.

Ketika periode pemulihan itu, Fadli mendapatkan tawaran untuk mengikuti kejuaraan Asia Para Cycling 2017. Dia pun setuju ikut kejuaraan di Bahrain itu.

Hasilnya bisa dibilang cukup gemilang untuk debut, karena berhasil meraih posisi keempat dengan catatan waktu konversi 23 menit 34,78 detik.

Memulai debut dengan cemerlang, Fadli kembali bertanding balap sepeda pada gelaran Asean Para Games 2017. Peruntungannya di dunia balap memang belum habis, Fadli menjadi sosok peraih medali pertama untuk Indonesia pada gelaran multi event tersebut.

Kiprahnya di dunia balap sepeda semakin kinclong setelah menjuarai Asian Para Cycling Championship 2018 di Myanmar. Dia menjadi kampiun dengan catatan waktu 33 menit 17 detik.

Berdasarkan pencapaian itu, tim balap sepeda pun memberikan target bisa meraih duamedali perunggu pada Asian para Games 2018. Fadli menjadi salah satu yang diharapkan bisa meraih medali pada nomor road.

Target itu bisa dibilang tidak muluk-muluk. Pelatih tim sepeda di Asian Para Games optimistis Fadli dan kawan-kawannya bisa bersaing menghadapi atlet negara Asia lainnya.

Semangat dan mental juara Fadli untuk bangkit dari keterpurukan bisa dijadikan inspirasi untuk generasi muda Indonesia. Sikap itu bisa diterapkan pada berbagai bidang seperti, bekerja, berbisnis, atau mengejar cita-cita lainnya.

Keterbatasan bukan berarti menjadi hambatan, tetapi bisa menjadi batu loncatan untuk berjuang meraih sukses dengan cara berbeda. Untuk itu, dibutuhkan mental juara dan semangat juang tinggi agar mampu melewati batas.

Seperti Fadli, sempat terpuruk akibat kecelakaan parah, dia tidak takut kembali ke arena balap. Malah, dia mampu berprestasi untuk negeri di arena yang pernah melukainya tersebut.

Mudah-mudahan saja dengan mental juara dan semangat juang yang tinggi, sosok tersebut bisa menyumbang medali untuk Indonesia di Asian Para Games 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Asian Para Games

Editor : Inria Zulfikar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top