PENGENDALIAN BANJIR, Empat Rumah Ganjal Kolam Retensi Palembang

Ada 4 rumah yang berada di areal kolam.
Dinda Wulandari | 24 September 2018 15:35 WIB
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatra 8 Suparji (tengah) berbincang dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang, Akhmad Bastari (kanan). - Bisnis/Dinda Wulandari

Bisnis.com, PALEMBANG – Pembangunan kolam retensi Sungai Bendung di Kota Palembang untuk mengurangi banjir masih terkendala pembebasan lahan sehingga memperlambat penyelesaian fisik proyek yang dibiayai APBN tersebut.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatra 8, Suparji, mengatakan pihaknya meminta bantuan Pemkot Palembang untuk mempermudah mediasi dengan warga setempat yang rumahnya menghalangi pembangunan kolam seluas satu hektare itu.

“Tahun ini harus selesai, progress fisik sebetulnya tinggal sedikit lagi hanya 9% namun bermasalah karena masih terhalang ada 4 rumah yang berada di areal kolam,” katanya, Senin (24/9/2018).

Suparji mengatakan, masalah pembebasan lahan karena ketidakcocokan harga yang diinginkan warga dengan yang ditawarkan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

Dia mengemukakan warga menginginkan harga pembebasan dua kali lipat dari harga yang ditawarkan lembaga penilai tersebut.

“Sebetulnya masih banyak ada 17 rumah yang belum dibebaskan, tetapi yang paling dibutuhkan penyelesaiannya 4 rumah tersebut,” katanya.

Menurut dia, pembangunan kolam retensi berikut pompanisasi di hilir Sungai Bendung tersebut ditarget selesai paling lambat Januari 2019. Adapun alokasi yang digelontorkan APBN senilai total Rp259 miliar dengan kontrak multiyears selama tiga tahun.

Sungai Bendung yang bermuara di Sungai Musi sering melimpas dan mengakibatkan genangan seluas 285 hektare saat musim hujan.

“Dengan adanya kolam retensi itu nantinya akan mengurangi genangan hingga 40 hektare. Dan saat puncak banjir jadi hanya setinggi 30 cm dari semula bisa 70 cm hingga 1 meter, juga mempercepat air surut,” jelasnya.

Kolam juga dilengkapi dengan enam pompa berkapasitas masing-masing 6.000 liter per detik, bangunan rumah pompa, dan genset.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang, Akhmad Bastari, mengatakan pembangunan kolam retensi mendesak karena butuh ruang resapan air.

“Pembangunan di Palembang pesat sehingga banyak alih fungsi lahan, makanya kita harus buat daerah resapan baru supaya mengurangi banjir,” katanya.

Bastari mengemukakan pihaknya berkomitmen untuk mendukung percepatan penyelesaian kolam retensi Sungai Bendung yang dikerjakan BBWSS 8.

Tag : palembang
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top