BFI Finance Optimistis Pembiayaan Mobil Bekas di Palembang Tetap Kinclong

PT BFI Finance Indonesia Tbk. optimistis bisnis pembiayaan mobil bekas di wilayah Palembang pada semester II/2018 tetap kinclong meski terdapat tantangan gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Dinda Wulandari | 12 September 2018 11:02 WIB
Ely Suryani, nasabah BFI Finance, menerima hadiah utama Mitsubishi Xpander hasil pengundian UBER Milyaran 2018. Program tersebut merupakan apresiasi terhadap konsumen setia BFI Finance. - Istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG -- PT BFI Finance Indonesia Tbk. optimistis bisnis pembiayaan mobil bekas di wilayah Palembang pada semester II/2018 tetap kinclong meski terdapat tantangan gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Regional Manager BFI Finance Wilayah Sumatra 3 Iwan mengatakan optimisme tersebut didasarkan pada capaian kinerja paruh pertama tahun ini yang berhasil tumbuh 42%.

"Masih optimistis walaupun ada kenaikan suku bunga dan dolar AS karena dari semester pertama kami sudah penuhi target 105%. Selain itu, kami melihat pelemahan rupiah bisa berdampak positif terhadap ekspor karet yang jadi andalan sumatra Selatan (Sumsel)," paparnya di sela acara penyerahan hadiah program Uber Milyaran 2018, Selasa (11/9/2018) malam.

Iwan menuturkan bisnis pembiayaan di Sumsel bergantung pada sektor usaha yang bergerak di bidang karet, sawit, maupun batubara di mana ketiga komoditas itu berorientasi ekspor. Sehingga, ketika harga komoditas tersebut membaik maka akan berpengaruh pada peningkatan daya beli dan berimbas positif terhadap penjualan mobil bekas.

Untuk wilayah Palembang, jumlah kontrak baru per semester I/2018 tercatat sebanyak 2.628 kontrak dengan nilai booking sebesar Rp130,3 miliar. Dengan demikian, BFI Finance di Palembang tumbuh 42%.

Adapun area Palembang mencakup Pangkalan Balai, Prabumulih, Lahat, serta Belitung dan Pangkal Pinang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 

Dia menambahkan pertumbuhan bisnis di area ini mencapai 41% dibanding periode semester I/2017. Secara keseluruhan, target booking yang ditetapkan tahun ini adalah Rp315 miliar.

Secara nasional, BFI Finance telah menyalurkan pembiayaan baru senilai Rp8,56 triliun atau lebih tinggi 26,4% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Dari nilai pembiayaan baru secara nasional tersebut, pembiayaan mobil bekas mencakup 67,8% atau dua pertiga dari seluruh pembiayaan yang telah disalurkan. Lalu, pembiayaan sepeda motor sebesar 15,3%, alat berat dan mesin 14,5%, serta sisanya berasal dari pembiayaan mobil baru dan properti.

Hingga 30 Juni 2018, pertumbuhan piutang bersih 27,3% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp 17,2 triliun. Total aset BFI Finance juga meningkat 29,4% menjadi Rp 19 triliun dibandingkan aset perseroan di periode yang sama tahun lalu, yang senilai Rp 14,7 triliun.

Laba bersih perusahaan tercatat tumbuh 33,7% mencapai Rp 702,8 miliar dibandingkan periode yang sama pada 2017.

BFI Finance memiliki jaringan operasional berjumlah 372 outlet yang tersebar dari Sumatera Utara hingga Papua.

Tag : bfi finance
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top