SISTEM PERIZINAN DARING : BP Batam Siapkan SDM

BATAM Batam terus berbenah untuk mengoptimalkan kemudahan sistem pelayanan perizinan terintegrasi dalam jaringan atau online single submission.
k28/k31 | 13 Juli 2018 02:00 WIB
Jembatan Tengku Fisabilillah atau dikenal dengan Jembatan Barelang terlihat dari udara di Batam, Kepulauan Riau, Minggu (9/4/2017). - JIBI/Dwi Prasetya

BATAM — Batam terus berbenah untuk mengoptimalkan kemudahan sistem pelayanan perizinan terintegrasi dalam jaringan atau online single submission. n

Seluruh tenaga pelayanan perizinan Badan Pengusahaan Batam dan Pemkot Batam akan mendapat pelatihan khusus dari Kementerian Koordinator Perekonomian akhir pekan ini.

“Kita siapkan tenaga pelayanannya dulu, agar investor yang dilayani mendapat pelayanan optimal,” ujar Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Bambang Purwanto, Kamis (12/7).

BP Batam khusus mengundang narasumber dari Kementerian Koordinasi Perekonomian untuk menyosialisasikan implementasi teknis OSS. Selain tenaga pelayanan perizinan BP Batam, sosialisasi ini juga diikuti oleh Pemkot Batam.

Dalam sosialisasi tersebut pegawai yang berada dalam gugus PTSP akan dipaparkan secara detail simulasi penggunaan sistem OSS. Ini termasuk juga paparan mengenai standard operating procedure (SOP) serta tahapan-tahapan yang harus dilalui selama menggunakan OSS.

“Mereka akan diarahkan punya gambaran utuh seperti apa OSS ini. Selain itu juga akan dijelaskan bagaimana KILK dan I23J setelah implementasi OSS,” jelasnya.

Sementara itu, dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia (SDM), pelayanan perizinan investasi di BP Batam tetap berjalan seperti biasa. Sejak penerapan OSS hingga Kamis (12/7) sudah ada 14 investor yang dilayani perizinannya.

Setelah sosialisasi terhadap tenaga pelayanan perizinan selesai, BP Batam juga akan menyosialisasikan OSS kepada dunia usaha dan notaris pada Kamis (19/7) mendatang. Dengan demikian, semua pihak bisa mendapatkan manfaat dari pelaksanaan OSS. “Kami akan undang pelaku usaha dari kawasan Industri, asosasi dan sebagainya, termasuk juga notaris,” jelasnya.

Direktur PTSP BP Batam Ady Soegiharto mengatakan, notaris memiliki bagian penting dalam pelaksanaan OSS. Sebelum masuk ke sistem OSS, investor harus lebih dulu mendapatkan akte pendirian usaha dari notaris.

“Menjadi penting untuk mempersiapkan notaris, karena mereka punya peran penting dalam pelaksanaan OSS,” jelasnya.

Lebih lanjut, ada perbedaan yang mendasar dalam implementasi OSS dibanding sistem-sistem sebelumnya. Jika sebelumnya investor harus ke kantor PTSP atau MPP baru mengurus akte notaris. Saat ini investor harus lebih dulu mengurus akte notaris baru kemudian masuk ke sistem OSS.

Setelah masuk ke OSS, investor akan langsung mendapatkan nomor induk berusaha (NIB) setelah 30 detik berkas dimasukkan. NIB itu termasuk tanda daftar perusahaan (TDP), angka pengenal impor (API) dan akses kepabeanan.

Setelah mendapatkan NIB, investor masuk ke tahapan usaha. Perusahaan sudah bisa melakukan pengiriman barang di luar material list. Setelah mendapatkan NIB bisa mengurus izin untuk mendatangkan mesin dan bahan baku.

“Selain itu bisa langsung mengurus terkait lingkungan dan IMB. Ini yang disebut izin usaha, setelah ini sudah siap,” jelasnya.

Khusus untuk Batam, tahapan izin operasional bisa dilakukan, tetapi bisa juga tidak. Pasalnya, sebagian besar industri di Batam berorientasi ekspor. Izin operasional itu seperti izin edar untuk pasar dalam negeri, BPOM untuk industri makanan dan minuman, SNI dan sebagainya.

PTSP AWARD

Pelayanan perizinan di PTSP BP Batam diganjar penghargaan Investment Award 2018 yang diselenggarakan BKPM RI. BP Batam termasuk 10 besar terbaik dari PTSP di 98 kota dan 12 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan 5 Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB).

Salah satu nilai tambah dari PTSP BP Batam adalah telah menerapkan ISO 9001 2015 pada 2016 dan 2017 dan SOP pelayanan. Standardisasi ISO adalah komitmen pelayanan untuk menjalankan amanat pelayanan publik, standardisasi SOP, komputerisasi dan sarana prasarana pendukung.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Trikasih Lembong dalam arahannya mengapresiasi dan mendorong daerah dalam memberikan standar pelayanan yang lebih baik kepada investor di Indonesia. Dia berharap penghargaan ini bisa mendorong peningkatan pelayanan perizinan penanaman modal dan percepatan pelaksanaan kemudahan berusaha di daerah.

“Ini harus jadi motivasi bagi PTSP lainnya untuk memperbaiki layanan perizinan dan non perizinan daerah yang semuanya akan bermuara pada satu tujuan untuk peningkatan ekonomi daerah, daya saing, dan membuka lowongan pekerjaan,” ujarnya seusai penganugerahan Investment Award 2018.

Di Semarang, Penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi Jawa Tengah juga dinyatakan sebagai yang terbaik di Indonesia dengan diraihnya Investment Award 2018.

Award diserahkan langsung Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Ruang Nusantara Gedung BKPM Jakarta.

Penghargaan ini diselenggarakan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Pemprov Jateng unggul dari 10 nominasi PTSP terbaik tingkat provinsi. Pada peringkat kedua yakni Pemprov Jawa Timur dan di peringkat ketiga Pemprov DKI Jakarta.

Tiga kabupaten kota di Jateng juga meraih award tersebut. Kota Surakarta pada peringkat kedua dan Kota Semarang peringkat ketiga kategori Kota/KEK/KPBPB. Sementara itu, Kabupaten Sragen meraih peringkat kedua kategori kabupaten. Selain itu, lima kabupaten meraih penghargaan sebagai nominee PTSP terbaik yakni Kabupaten Semarang, Kabupaten Pekalongan, Wonogiri, Boyolali, Cilacap, dan Demak.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, penghargaan yang diperoleh merupakan hasil dari perjuangan panjang yang dilakukan Pemprov Jateng dalam memperbaiki sistem pelayanan perizinan.

“Dari luar kita lihat berapa syarat yang bisa diringkas, dan proses waktunya bisa dipercepat. Kita juga memberikan pendampingan. Jadi jika ada orang mau investasi ke Jateng dan bingung, kita dampingi apa yang harus dilakukan. Maka tadi pak menteri bilang, Jateng banyak dilirik investor bahkan ingin relokasi pabriknya ke Jateng,” ujarnya dalam keterangan pers.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top