REI Sumbar Ajak UMKM Penghasil Material Jadi Mitra Developer

Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia Sumatra Barat mengajak pelaku usaha mikro kecil dan menengah bidang material bangunan menjadi mitra developer di asosiasi tersebut.
Heri Faisal | 12 Juli 2018 12:03 WIB
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, PADANG—Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia Sumatra Barat mengajak pelaku usaha mikro kecil dan menengah bidang material bangunan menjadi mitra developer di asosiasi tersebut.

Hendra Gunawan, Ketua REI Sumbar menyebutkan ada banyak UMKM di Sumbar yang bergerak di bidang penghasil material bangunan, seperti kusen, batu bata, batako, pasir dan lain-lain, namun mereka mengalami kesulitan untuk pemasaran.

“Kami akan fasilitasi untuk kerja sama jadi pemasok material perusahaan-perusahaan yang tergabung di REI,” kata Hendra, Rabu (11/7/2018).

Dia menyebutkan semua pemasok material bangunan bisa menjadi mitra REI asalkan memiliki kualitas produk yang bagus serta harga bersaing di pasaran.

Apalagi, untuk REI Sumbar sedikitnya ada 120 perusahaan perumahan yang menjadi anggota. Umumnya, perusahaan tersebut aktif melakukan pembangunan, terutama untuk program rumah subsidi.

REI menargetkan mampu membangun 7.800 unit rumah subsidi guna memenuhi tingginya permintaan rumah untuk kalangan menengah ke bawah tahun ini.

Dia mengungkapkan kebutuhan rumah di Sumbar masih sangat tinggi bahkan mencapai 400.000 unit.

“Untuk rumah subsidi, tahun ini target REI bisa menyediakan 7.800 unit di seluruh Sumbar,” kata Hendra.

Dia mengungkapkan rumah subsidi itu dibangun di sejumlah daerah, seperti Kabupaten Padang Pariaman, Limapuluh Kota, Solok, Solok Selatan, Tanah Datar, Pesisir Selatan, Dharmasraya, Kota Padang, Bukittinggi, Payakumbuh, dan Kota Pariaman.

Bahkan, untuk Kota Padang sendiri, imbuhnya, permintaan rumah subsidi mencapai 10.000 unit setiap tahunnya.

Menurutnya, keterbatasan lahan terutama di wilayah perkotaan dengan harga tanah sudah melambung tinggi dan harga material bangunan yang juga naik menyebabkan REI tidak mampu menyediakan rumah dalam jumlah unit lebih banyak.

“Paling susah itu lahan, karena untuk di perkotaan harganya sudah sangat tinggi,” kata Hendra.

Dia mencontohkan di Kota Padang harga tanah rerata di kisaran Rp1,5 juta hingga Rp3 juta per meter persegi. Hanya di daerah perbatasan yang harga tanahnya masih ada di bawah Rp1 juta per meter.

Meski terkendala sulitnya mendapatkan lahan, REI memastikan target tahun ini sebanyak 7.800 unit harus terpenuhi untuk mempercepat pemenuhan hak dasar masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah.

Adapun sampai Juni 2018, realisasi pembangunan rumah subsidi oleh REI di Sumbar baru mencapai 2.600 unit atau baru 30% dari target yang direncanakan.

 

Tag : sumbar, realestat indonesia
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top