KINERJA PERBANKAN SUMSEL : Kualitas Kredit di Sumsel Perlu Dibenahi

PALEMBANG -- Kualitas kredit yang disalurkan perbankan di Sumatra Selatan dinilai perlu dibenahi seiring masih tingginya rasio kredit bermasalah yang sebesar 3,39% per Mei 2018.
Dinda wulandar | 06 Juli 2018 02:00 WIB
Ilustrasi - debt.org

PALEMBANG -- Kualitas kredit yang disalurkan perbankan di Sumatra Selatan dinilai perlu dibenahi seiring masih tingginya rasio kredit bermasalah yang sebesar 3,39% per Mei 2018.

Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 7 Sumatra Bagian Selatan Panca Hadi Suryatno mengatakan, rasio NPL itu tercatat masih di atas rata-rata nasional yang sebesar 2,79%.

"NPL Sumsel memang masih di atas rata-rata nasional makanya kami terus mengingatkan perbankan untuk memperbaiki penyaluran kreditnya," kata Panca usai acara Halal Bihalal, Selasa (3/7/).

Dia mengatakan, otoritas juga mengawasi dan menganalisa penyebab tingginya rasio NPL itu.

Meski rasio NPL masih di atas rerata rasio kredit macet nasional, namun OJK menilai ada tren perbaikan atau penurunan tahun ini dibanding tahun lalu.

"Paling tidak diupayakan bisa meyamai rasio NPL nasional karena saat ini cenderung menurun," katanya.

Terkait faktor pelemahan mata uang rupiah terhadap dolar AS dan penaikan suku bunga BI 7 Days Repo Rate, Panca menilai, potensi kredit bermasalah bisa saja meningkat secara jangka panjang.

"Dalam jangka panjang bisa meningkat tetapi jika harga komoditas ekspor andalan Sumsel juga meningkat bisa menahan laju rasio NPL," ujarnya.

Selain mencermati rasio NPL kredit perbankan umum di Sumsel, dia menambahkan, OJK juga memantau pergerakan NPL di bank perkreditan rakyat (BPR). Otoritas mencatat terdapat 10 BPR yang rasio NPL di atas 10%.

"BPR terus kami monitor bahkan kami undang BPR yang NPL di atas 10%. Mereka harus buat action plan tiap bulan, kami monitor dan identifikasi jika tidak berjalan dengan baik," ujarnya.

Diketahui, penyaluran kredit di Sumsel mencapai Rp78,76 triliun per Mei 2018 atau tumbuh 8,93% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sementara penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 8,72% atau senilai Rp74,61 triliun.

Tag : kredit, sumsel
Editor : Abdul Rahman

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top