Tomat Sayur Kerap Menjadi Penyumbang Inflasi di Manado

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) Soekowardojo mengatakan pergerakan harga tomat sayur harus menjadi perhatian semua pihak karena sering menjadi penyumbang inflasi Kota Manado.
Newswire | 03 Juli 2018 14:44 WIB
Ilustrasi. - Antara

Bisnis.com, MANADO – Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) Soekowardojo mengatakan pergerakan harga tomat sayur harus menjadi perhatian semua pihak karena sering menjadi penyumbang inflasi Kota Manado.

"Ke depannya, perlu diantisipasi mengenai inflasi komponen "volatile food" terutama komoditas tomat sayur di bulan Juli 2018," kata Soekowardojo di Manado, Selasa (3/7/2018).

Soekowardojo mengatakan apalagi Juli 2018 merupakan bulan acara pengucapan yang akan dilaksanakan di daerah Minahasa dan Minahasa Selatan.

Dia menambahkan inflasi pada komponen "administered price" terutama potensi negatif "spillover" terhadap kenaikan harga pertamax dan pertalite yang telah ditetapkan pada 1 Juli 2018.

Dia menjelaskan sepanjang tahun 2018. Bank Indonesia Provinsi Sulut memperkirakan Inflasi akan berada pada rentang 3,511 persen (yoy).

Sejauh ini inflasi 2018 didukung oleh ketersediaan bahan pokok strategis yang memadai, serta upaya dan koordinasi Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia melalui wadah TPID untuk terus memperkuat pengendalian inflasi.

Mencermati inflasi sampai dengan paruh pertama tahun 2018. TPID akan memantau secara ketat dan melakukan tindakan yang perlu untuk mengendalikan harga, terutama komoditas pada komponen Volatile Food dan Administered Price.

Sumber : Antara

Tag : tomat, manado
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top