Di Palembang, Inflasi Juni Dipengaruhi Komoditas Lebaran

arif angkutan udara dan angkutan antarkota menjadi penyumbang utama inflasi di Kota Palembang pada Juni 2018, seiring momen libur dan mudik Lebaran pada periode tersebut.
Dinda Wulandari | 02 Juli 2018 17:48 WIB
Cabai merah - Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, PALEMBANG – Tarif angkutan udara dan angkutan antarkota menjadi penyumbang utama inflasi di Kota Palembang pada Juni 2018, seiring momen libur dan mudik Lebaran pada periode tersebut.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Selatan (Sumsel) Yos Rusdiansyah mengatakan inflasi Palembang pada bulan lalu mencapai 0,6% dan didorong oleh kedua komoditas itu.

“Kenaikan harga pada komoditas angkutan udara memiliki andil paling tinggi terhadap inflasi Juni, disusul angkutan antarkota dan cabai merah,” paparnya, Senin (2/7/2018).

BPS Sumsel mencatat tarif angkutan udara mengalami kenaikan sebesar 26,53% dengan andil inflasi sebesar 0,14%. Sementara itu, kenaikan harga tarif angkutan antarkota tercatat sebesar 9,94% dan berdampak terhadap inflasi sebesar 0,05%.

Yos menambahkan harga bahan pokok atau makanan masih berpengaruh signifikan terhadap inflasi di Palembang.

Cabai merah menempati urutan ketiga komoditas penyumbang inflasi. Harga cabai rawit juga melonjak 23,63%, tapi andilnya tercatat tidak begitu signifikan terhadap inflasi.

“Kami memantau 386 komoditas di Kota Palembang, di mana ada 170 komoditas yang mengalami kenaikan harga dan 44 komoditas yang mengalami penurunan harga,” sebutnya.

Adapun komoditas lain yang menjadi penyumbang inflasi dan berkaitan dengan momen Idulfitri adalah pakaian muslim. BPS Sumsel mencatat harga baju muslim naik 8,12% pada bulan puasa 2018.

Tag : palembang, Inflasi
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top