Wisata Belanja dan Kuliner Ditargetkan Datangkan 5,4 Juta Wisman pada 2019

Pemerintah menargetkan sektor wisata belanja dan kuliner dapat mendatangkan setidaknya 5,4 juta wisatawan mancanegara, atau 27% dari target 20 juta wisman pada 2019.
Deandra Syarizka | 23 Mei 2018 20:50 WIB

Bisnis.com, JAKARTA-- Pemerintah menargetkan sektor wisata belanja dan kuliner dapat mendatangkan setidaknya 5,4 juta wisatawan mancanegara, atau 27% dari target 20 juta wisman pada 2019.

 

Vita Datau Messakh, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata menjelaskan, pemerintah telah memilih lima destinasi wisata kuliner andalan untuk dikembangkan yaitu Bali, Bandung dan Yogyakarta, Solo, serta Semarang.

 

Tak hanya itu,  juga telah memilih lima jenis masakan yang ditetapkan sebagai kuliner khas nasional, yaitu rendang, soto, nasi goreng, sate dan gado-gado.

 

"Lima destinasi itu kita tentukan berdasarkan kesiapan pemda, karena kalau pemda tidak komitmen, tidak akan jalan," ujarnya, Rabu (23/05).

 

Selain kelima destinasi tersebut, pihaknya pun tengah memetakan sejumlah destinasi yang potensial dikembangkan sebagai destinasi kuliner. Dua di antaranya adalah Makassar dan Padang, di mana akan dibangun Kampung Rendang.

 

Dia menjelaskan, Kemenpar pun telah menjalin nota kesepahaman dengan kelima pemda dan telah menyusun desain strategi pengembangan serta rencana aksi yang akan dilakukan. 

 

Salah satu strategi yang dijalankan yaitu sertifikasi destinasi kuliner dan co-branding Wonderful Indonesia dengan restoran di luar negeri.

Dia menambahkan, strategi co-branding pada tahun ini akan dilakukan di sebanyak 100 restoran di luar negeri . Pemilihan restoran akan didasarkan pada target pasar yang potensial mendatangkan wisatawan ke Indonesia, seperti Amerika Serikat, Eropa, hingga Asia.

Sejauh ini, pihaknya mengaku telah memiliki kerja sama dengan setidaknya 10 restoran yang ada di Australia, Singapura, Malaysia, Belanda, Perancis dan Amerika Serikat. Selanjutnya, dia menyebut kerja sama akan dilanjutkan denggan restoran yang ada di Jepang, Hongkong dan China, Inggris, Korea, Thailand dan Spanyol.

Vita menilai, strategi co-branding dengan restoran dinilai lebih efektif ketimbang pemerintah menjalankan sendiri restoran cita rasa Indonesia di luar negeri. Pasalnya, dia mengatakan restoran tersebut telah memiliki keahlian dan pelanggannya masing-masing.

Dia menilai, selama ini potensi kuliner Tanah Air yang berlimpah kurang dimaksimalkan untuk pariwisata. Padahal, dia menyebut terdapat setidaknya 5.340 resep kuliner khas nusantara.

"Kita terlalu kaya potensi kulinernya sehingga kita taken for granted, tidak ada blueprint pengembangannya. Baru sekarang ada," jelasnya. 

Dalam hal pengembangan wisata kuliner, dia mengaku Indonesia harus banyak belajar dari Thailand.

Negeri gajah putih itu telah menyusun peta jalan pengembangan wisata kuliner sejak 1990, dengan ambisi untuk membuat komoditas pertanian negeri tersebut mendunia.

Lantas, peta jalan itu pun mulai diimplementasikan pada 1999, di mana pemerintahnya memberikan insentif berupa pinjaman lunak hingga USD 100.000 bagi warga negaranya yang membuka restoran Thailand di seluruh dunia. Hasilnya, saat ini kuliner Thailand berhasil menjadi salah satu ikon kuliner populer dari Asia Tenggara. 

 

Tag : wisata kuliner
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top