Pebisnis Kopi Korea Selatan Lirik Produk Indonesia

Penguasa kopi asal Korea Selatan diketahui terus memburu kopi-kopi asal Indonesia untuk dipasarkan ke negara tersebut melalui skema kerja sama dengan pengusaha lokal Indonesia.
Stefanus Arief Setiaji | 10 April 2018 14:14 WIB
Duta Besar Indonesia untuk Korsel Umar Hadi (tengah) saat berbincang dengan pengunjung pameran kopi di Seoul - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Penguasa kopi asal Korea Selatan diketahui terus memburu kopi-kopi asal Indonesia untuk dipasarkan ke negara tersebut melalui skema kerja sama dengan pengusaha lokal Indonesia.

Keterangan resmi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kora Selatan yang dikutip Selasa (10/4/2018) menyebut bahwa upaya promosi kopi Indonesia yang begitu gencar dalam beberapa waktu terakhir, telahmembuahkan hasil.

Keikutsertaan dalam International Coffee Expo Seoul 2018, membukukan nilai transaksi sedikitnua US$8,12 juta atau setara Rp110 miliar.

Pengusaha kopi Korsel yaitu Beanst Coffee, Tona Co. Ltd., Quantum International Co. Ltd., dan Treeplanet co. Ltd langsung  menandatangani kontrak dengan pengusaha kopi Indonesia.

Transaksi skala besar dengan ditandatangani nota kerja sama antara Star Lu Bean Daehan, salah satu importir kopi terbesar di Korsel,  dengan Alpha Gemilang. Berbagai kesepakatan tersebut menunjukkan bahwa Value of Coffee Indonesia sangat diterima oleh masyarakat Korsel.

Hal lain yang tak kalah menarik adalah bertambahnya platform penjualan kopi Indonesia ke Korsel. Saat ini penjualan mulai merambah ke area transaksi berbasis e-commerce. Hal tersebut tertuang dalam  kerjasama antara Kenred Coffee Gayo dan Meukat Komuditi Gayo secara C2C (Customer to Customer).

Duta Besar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi mengatakan bahwa keterlibatan pengusaha Indonesia dalam pameran kopi menunjukkan hasil yang memuaskan. Apalagi pameran kopi internasional yang berlangsung di Seoul ini memang menjadi barometer kopi di kawasan Asia Pasifik.

“Sudah saatnya kita melakukan diversifikasi komoditas perdagangan Indonesia ke Korsel. Kopi menjadi salah satu komoditas yang bisa kita andalkan,” tutur Dubes Umar Hadi.

Hal ini tentunya sejalan dengan komitmen kedua negara untuk memperkuat kerja sama ekonomi yang didasari special strategic partnership.

“Seperti kita tahu, kedua negara telah sepakat untuk meningkatkan nilai perdagangan dengan target mencapai US$30 miliar‎ hingga tahun 2022. Nilai tersebut meningkat dua kali lipat dari  yang telah dicapai saat ini,” ungkapnya.

Capaian Indonesia di pameran kopi ini, ditengarai, secara tidak langsung juga dipengaruhi lokasi paviliun yang strategis. Paviliun Indonesia berada di Hall A dan hanya berjarak 100 meter dari pintu masuk utama pameran.

Demikian halnya dengan konstruksi paviliun yang  cukup megah dengan menampilkan gambar  peta Indonesia dari biji kopi dengan tulisan kopi dari masing-masing daerah yaitu “Aceh Gayo Coffee, Luwak Coffee, Java Robusta Coffee, Kintamani Coffee, Sulawesi Coffee bahkan Papua Coffee” dengan tagline Home of The Finest Coffee. 

Strategi pemasaran melalui free testing kopi Indonesia yang disertai dengan coffee cupping dan roulette game juga menjadi cara tersendiri Paviliun Indonesia yang digawangi KBRI Seoul dan Indonesian Trade and Promotion Center yang berkedudukan di Busan. Hal tersebut ternyata cukup dalam  menarik perhatian pengunjung.

Untuk meningkatkan sektor perdagangan bilateral, Umar Hadi juga mengaku terus mengundang mitra-mitra potensial Korea untuk menanamkan modal di sektor produksi kopi di Indonesia. Selain modal, mereka juga bisa bawa teknologi produksi dan jaringan pemasaran.

Tag : pameran, kopi, korsel
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top