Banjir Landa Pasaman Barat

Oleh: Rustam Agus 09 November 2018 | 12:15 WIB
Banjir Landa Pasaman Barat
Ilustrasi/Antara-Galih Pradipta

Bisnis.com, PASAMAN--Bencana banjir melanda sejumlah lokasi di Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Jumat pagi (9/11), sehingga warga terpaksa dievakuasi.

"Benar, ada tiga titik lokasi banjir di Kecamatan Sasak dengan ketinggian bervariasi mulai dari satu meter sampai dua meter," kata Camat Sasak Ranah Pasisia, Nur Fauziah Zein di Simpang Empat, Jumat.

Ia mengatakan meskipun di kecamatan lain air mulai surut, namun di Sasak malah air mulai naik, sebab Kecamatan Sasak adalah muara dari tiga sungai besar, yakni Sungai Batang Pasaman, Sungai Batang Kapa dan Sungai Batang Alin.

Menurut dia, titik air yang naik menjelang Kantor Camat Sasak dengan ketinggian air satu meter, sehingga tidak bisa dilalui oleh kendaraa, tulis Antara.

 Sementara di daerah Rantau Panjang juga banjir dengan ketinggian air 70 sampai 150 sentimeter. Selanjutnya air naik di jalan menuju Rantau Panjang dengan ketinggian air dua meter.

 "Untuk menempuh Rantau Panjang sangat sulit karena air cukup tinggi dibahu jalan. Sementara warga butuh dievakuasi ke tempat yang aman," katanya.

Dia mengatakan sekitar 130 kepala keluarga terjebak di Jorong Rantau Lanjang. Evakuasi yang dilakukan baru berhasil membawa 250 orang warga dan hari ini terus dilakukan evaluasi," ujarnya.

 Warga yang terjebak banjir dievakuasi ketempat yang aman atau lokasi yang tinggi serta ke rumah warga yang jauh dari lokasi banjir.

Ia mengatakan evakuasi dilakukan menggunakan speed boad dengan waktu mencapai 45 menit dengan kapasitas yang terbatas, sehingga memperlambat proses evakuasi.

 "Evakuasi terus kami lakukan dengan bolak-balik menjemput warga. Hari ini diusahakan semua warga berhasil dievakuasi," ujarnya.

 Evakuasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari SAR, TNI, Polri, jajaran kecamatan dan dibantu masyarakat.

Salah seorang warga Rantau Panjang, Nana (36) mengatakan rumahnya terendam air setinggi satu meter.

"Saya terpaksa mengunsi ke rumah saudara yang jauh dari lokasi banjir. Saya berharap air cepat surut," katanya.

 Menurut dia, selain limpahan air sungai, banjir juga dipicu naiknya air laut karena saat ini sedang pasang naik air laut.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya