APLIKASI BANK DAERAH : Transaksi Digital Bank Nagari Naik 400%

Oleh: Heri Faisal 09 November 2018 | 02:00 WIB
APLIKASI BANK DAERAH : Transaksi Digital Bank Nagari Naik 400%
Bank Nagari./JIBI

PADANG—Manajemen PT BPD Sumatra Barat atau Bank Nagari mengklaim transaksi digital nasabah bank tersebut naik 400% atau menjadi lima kali lipat, setelah perseroan mengenalkan sejumlah layanan digital tahun lalu.

Direktur Keuangan Bank Nagari Muhammad Irsyad menyebutkan terjadi peningkatan transaksi secara signifikan. Bahkan, dia memperkirakan dengan diluncurkannya aplikasi mobile banking yang lebih terintegrasi, maka ini akan meningkatkan pengguna layanan digital.

“Saat ini, secara digital kami sudah 500.000 transaksi per hari, besar sekali, tumbuhnya sampai empat kali lipat,” katanya, Rabu (7/11).

Dia menyebutkan, layanan digital tersebut meliputi penyediaan uang elektronik N-money, Nagari SMS banking, pengelolaan keuangan Nagari Cash Management, Nagari Portal Payment, Auto Debet, dan layanan lainnya.

Irsyad menyebutkan market share Bank Nagari yang mencapai 30% di wilayah Sumbar merupakan pasar potensial untuk pengembangan layanan keuangan digital.

Dia menargetkan transaksi digital bank milik pemda Sumbar dan 19 kabupaten/kota itu meningkat signifikan tahun depan. Apalagi, layanan digital atau cashless banking dianggap paling aman dan efisien.

Adapun, kinerja Bank Nagari per September 2018 mencatatkan pertumbuhan aset 6,87% dari Rp21,52 triliun tahun lalu menjadi Rp23 triliun.

Sementara itu, penyaluran kredit tumbuh 7,57% menjadi Rp17,04 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp15,84 triliun, dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp17,23 triliun atau tumbuh 8,43% dari tahun sebelumnya Rp15,89 triliun.

Rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan atau NPL diklaim masih sangat terjaga di kisaran angkan 3,11%.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumbar Endy Dwi Tjahjono menyebutkan pihaknya mengapreasiasi langkah Bank Nagari meluncurkan aplikasi mobile banking agar terus bisa bersaing dengan bank nasional dan meningkatkan layanan.

“Kami terus dorong bank agar memaksimalkan nontunai, sehingga diharapkan ke depan dengan transaksi nontunai bisa berkontribusi meningkatkan setengah pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Dia mengatakan hampir seluruh bank umum yang beroperasi di Sumbar sudah memiliki layanan digital, sehingga sangat membantu masyarakat, lebih aman, nyaman dan efisien.

Darwisman, Kepala Perwakilan OJK Sumbar mengatakan bank perlu berkolaborasi dengan fintech dan lembaga keuangan digital lainnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan layanan.

“Kehadiran teknologi, kehadiran fintech bukan menjadi pesaing bank. Tetapi justru memperkuat, makanya perlu kolaborasi,” katanya.

Dia mengungkapkan ada banyak potensi daerah yang memerlukan sentuhan industri keuangan dan teknologi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Seperti sektor pertanian, masih terkendala keterbatasan modal untuk mengembangkan pertanian, termasuk juga terbatasnya kemampuan petani mengakses pasar untuk menjual produk hasil pertaniannya.

“Ada fintech yang hadir melayani pertanian. Ini petani terbantu sekali dari modal produksi sampai pemasarannya. Bank juga perlu hadir di sana, kalau bisa juga punya anak perusahaan di bidang finansial teknologi,” ujarnya.

Editor: Roni Yunianto

Berita Terkini Lainnya