Chevron Terapkan Teknologi Terintegrasi di Blok Rokan

Oleh: Arif Gunawan 08 November 2018 | 16:48 WIB
Chevron Terapkan Teknologi Terintegrasi di Blok Rokan
Fasilitas minyak PT Chevron Pacific Indonesia di daerah Minas yang masuk dalam Blok Rokan di Riau, Rabu (1/8/2018)./ANTARA-FB Anggoro
Bisnis.com, PEKANBARU -- PT Chevron Pacific Indonesia yang saat ini mengelola lapangan migas terbesar di Tanah Air yaitu Blok Rokan, telah menerapkan teknologi terintegrasi untuk menjaga produktivitas lapangan minyak yang sudah berumur lebih dari 70 tahun tersebut.
 
General Manager External Affairs PT CPI Winu Adiarto mengatakan penerapan teknologi merupakan salah satu upaya KKKS dalam meningkatkan atau mempertahankan produksi migas. 
 
"Penerapan teknologi merupakan salah satu keunggulan kompetitif kami dalam mengoperasikan lapangan migas secara efektif dan efisien. Di antaranya, penerapan teknologi injeksi uap di Lapangan Duri dan injeksi air di Lapangan Minas dan berbagai lapangan lain yang mampu menjaga posisi PT CPI sebagai penyumbang utama produksi migas nasional," katanya saat kegiatan SKK Migas dan KKKS Bincang Bersama Media, Kamis (8/11/2018).
 
Terobosan lain yang terbaru dari CPI menurut Winu dalah keberadaan fasilitas Integrated Optimization Decision Support Center (IODSC) di Minas yang kian mendorong efisiensi dan produktivitas operasi Chevron.
 
Fasilitas IODSC ini merupakan pusat optimisasi yang terintegrasi sehingga mendukung pengambilan keputusan operasional secara tepat dan cepat. 
 
Fasilitas tersebut memanfaatkan teknologi dan kolaborasi lintas fungsi untuk mencapai optimalisasi nilai di seluruh elemen operasi hulu migas sehingga meningkatkan keselamatan, produktivitas, efisiensi energi, penghematan biaya, dan pengambilan keputusan. 
 
Upaya optimisasi dan peningkatan kinerja juga dilakukan PT CPI melalui inisiatif Lean Sigma. Inisiatif ini mampu menghasilkan nilai manfaat yang sangat signifikan setiap tahunnya. 
 
“Semua upaya yang dilakukan CPI bertujuan agar operasi migas lebih efisien dengan tetap menjaga produktivitas agar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dan Pemerintah Indonesia,’’ kata Winu.
 
Adapun menurut data SKK Migas, produksi Blok Rokan pada semester I/2018 mencapai 207.148bopd, setara 26% produksi nasional, atau sekitar 75 juta barrel setahun.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya