Ekonomi Sumbar mulai Andalkan Ekspor

Oleh: Heri Faisal 05 November 2018 | 19:53 WIB

Bisnis.com, PADANG—Kinerja ekspor mulai menjadi andalan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Sumatra Barat dari sisi pengeluaran.

Kinerja ekspor yang tumbuh 8,41% sepanjang kuartal III/2018 berkontribusi mencatatkan pertumbuhan ekonomi daerah itu 5,24%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar Sukardi menyebutkan meski belum dominan pencapaian ekspor bisa dimaksimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.

“Dari sisi pengeluaran, masih didominasi pengeluaran konsumsi rumah tangga. Tetapi ekspor cukup tinggi dan bisa dimaksimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” katanya, Senin (5/11/2018).

Menurutnya, kinerja ekspor daerah itu tumbuh positif dibandingkan periode yang sama tahun lalu, maupun dibandingkan kuartal sebelumnya yang belum optimal. Kenaikan ekspor terjadi pada komoditas lemak dan minyak nabati atau cruid palm oil/CPO, garam, belerang, dan kapur.

Dalam struktur PDB Sumbar dari sisi pengeluaran, ekspor sudah berkontribusi 11,84% dan menjadi penopang keempat ekonomi daerah itu, setelah konsumsi rumah tangga 52,25%, pembentukan modal tetap bruto 29,64%, dan konsumsi pemerintah 12,66%.

Sementara itu dari sisi pembentukan lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Sumbar ditopang kinerja sektor informasi dan komunikasi yang tumbuh 7,95%, penyediaan akomodasi dan makan minum 7,67%, dan administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 7,57%.

Sedangkan sektor lainnya justru mengalami perlambatan, seperti sektor pertanian yang hanya tumbuh 3,34%, perdagangan 6,90%, industri pengolahan 4,60%, dan transportasi dan pergudangan sebesar 4,09%.

Adapun, struktur ekonomi dari sisi lapangan usaha masih didominasi sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 22,89%, disusul perdagangan besar, eceran dan reparasi mobil dan sepeda motor 15,44%, dan transportasi dan pergudangan 12,62%.

Pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga tahun ini sebetulnya masih lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencatatkan pertumbuhan 5,37%. Namun lebih tinggi dari kuartal dua yang hanya 5,09% dan kuartal pertama tahun ini 4,69%.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumbar Ramal Saleh mendorong pemerintah memaksimalkan potensi ekspor dengan membuka pasar – pasar baru, serta meningkatkan produksi komoditas unggulan.

“Ekspor perlu dimaksimalkan sehingga berkontribusi menambah devisa dan meningkatkan pertumbuhan,” katanya.

Kadin, imbuhnya, siap bersinergi untuk memaksimalkan potensi ekspor daerah itu. Apalagi, Sumbar dianggap sangat kaya dan memproduksi komoditas potensial ekspor seperti cokelat, lada, kayu manis, dan gambir.

Selain itu, tentu saja posisinya yang sangat strategis di pantai barat Pulau Sumatra yang berhadapan langsung dengan negara – negara Asia Selatan, Timur Tengah dan Afrika, sehingga memudahkan melakukan ekspor.

Ramal menyebutkan Kadin tengah mengembangkan proyek percontohan di masyarakat dengan menanam komoditas unggulan ekspor.

Beberapa komoditas itu antara lain kopi, cokelat, gambir, pala, vanilla, kayu manis, cengkeh, dan lada yang memiliki nilai jual sangat tinggi.

“Jadi tidak melulu bergantung kepada CPO dan karet. Perlu dikembangkan juga komoditas unggulan ekspor yang lain. Karena lahannya ada, pasarnya ada,” katanya.   

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya