Pemprov Sumsel Targetkan Perbaikan Jakabaring Selesai 60 Hari

Oleh: Newswire 31 Oktober 2018 | 09:21 WIB
Pemprov Sumsel Targetkan Perbaikan Jakabaring Selesai 60 Hari
Kondisi atap arena aquatik Jakabaring Sport City (JSC) yang porak poranda dilanda angin langkisau di Palembang, Sumatra Selatan, Minggu (28/10/2018)./Antara-Nova Wahyudi

Bisnis.com, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan membentuk satuan tugas khusus untuk mengatasi kerusakan sejumlah venue di kompleks olahraga Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, akibat hujan dan angin kencang yang terjadi pada Sabtu (27/10/2018).

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan tim ini ditenggat waktu untuk memperbaiki kawasan JSC dalam 60 hari.

"Harus selesai sebelum pergantian tahun, jadi dalam 60 hari harus selesai. Maka itu, saya bentuk Satgas pemulihan dengan ketua Sekda Sumsel Nasrun Umar," kata Herman di Palembang pada Selasa (30/10/2018).

Satgas tersebut dibentuk melalui rapat pembahasan percepatan perbaikan venue-venue JSC yang dihadiri Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya, Direktur Utama PT JSC Meina Fatriani Paloh dan jajaran, sejumlah kepala dinas, pimpinan PT Bukit Asam, Pertamina, Sinarmas, BNI, Kementerian PUPR, Kepala BMKG, Kanwil Kemenag Sumsel, serta pihak terkait lainnya.

Herman Deru pada kesempatan itu menekankan komitmennya untuk menjaga kawasan JSC sebagai kebanggaan Indonesia di kancah internasional, bahkan pekerjaan ini sebagai salah satu ujian pertama dalam tugasnya selaku Gubernur Sumsel yang baru.

Dia mengaku bersyukur dengan komitmen semua pihak, BUMN, BUMD, serta Kementerian PUPR untuk turut bersama-sama membantu memperbaiki kawasan JSC.

"Saya tidak akan biarkan bangunan mewah dan berteknologi tinggi ini hancur. Satgas segera bentuk tahapan yang jelas sampai pulih kembali. Saya pantau perkembangannya setiap hari," kata Herman Deru.

Menurut dia, kejadian ini murni bencana berdasarkan data dari BMKG. Pemprov juga mendapat laporan bahwa Kementerian PUPR telah mengasuransikan sejumlah venue.

"Jika menunggu asuransi untuk memperbaiki pasti lama karena ada prosesnya. Padahal, perbaikan ini harus cepat, tapi tetap ada skala prioritas, seperti Aquatic, takutnya apabila lambat, kerusakan akan merambat ke mana-mana," kata Herman.

Sumber : Antara

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya