Pertamina Minta Masyarakat Riau Pahami Peruntukan Elpiji Subsidi

Oleh: Arif Gunawan 29 Oktober 2018 | 18:48 WIB
Pertamina Minta Masyarakat Riau Pahami Peruntukan Elpiji Subsidi
Ilustrasi/Antara-Yusuf Nugroho
Bisnis.com, PEKANBARU -- PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I kembali mengajak masyarakat untuk beralih menggunakan bahan bakar berkualitas melalui Gerakan Sadar LPG Subsidi.
Mengajak seluruh agen LPG Non Subsidi di Pekanbaru, Pertamina MOR I mengkampanyekan gerakan tersebut pada kegiatan Car Free Day Pekanbaru.
 
General Manager Pertamina MOR I, Joko Pitoyo dalam keterangan resminya mengatakan gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penggunaan produk bahan bajar sesuai dengan peruntukannya. 
 
Masyarakat juga diberikan informasi tentang berbagai keunggulan yang dapat diperoleh dari produk LPG Non Subsidi secara langsung oleh para agen LPG Non Subsidi. 
 
"Melalui gerakan ini, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang peruntukan LPG Subsidi bagi masyarakat miskin dan usaha mikro”, katanya Senin (29/10/2018).
 
Pihaknya berharap melalui kegiatan ini, akan lebih banyak masyarakat yang sadar dan beralih menggunakan LPG Non Subsidi, sehingga LPG Subsidi dapat dimanfaatkan bagi masyarakat yang membutuhkan.
 
Ani, salah satu warga yang mengikuti kegiatan Car Free Day di Pekanbaru menyatakan antusiasnya terhadap Gerakan Sadar LPG. “Saya mendapatkan informasi yang sangat jelas tentang produk LPG langsung dari Pertamina”, ujar Ani.
 
Menurutnya memang dia sudah lama ingin beralih, sehingga LPG bersubsidi bisa dimanfaatkan untuk masyarakat kurang mampu.
 
Adapun Pertamina menyalurkan LPG 3 Kg sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah. Pertamina juga mengimbau bahwa peruntukkan LPG 3 kg hanya bagi rakyat miskin dengan penghasilan kurang dari Rp 1,5 jt per bulan atau Usaha Mikro. 
 
Bagi warga mampu, Pertamina menyediakan LPG non subsidi seperti Bright Gas 5,5 Kg, Bright Gas 12 Kg dan Elpiji tabung biru 12 kg serta 50 kg untuk usaha komersial. 

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya