Ini Alasan UNP Anugerahi Doktor HC untuk Anwar Ibrahim

Oleh: Heri Faisal 29 Oktober 2018 | 13:16 WIB
Ini Alasan UNP Anugerahi Doktor HC untuk Anwar Ibrahim
Anwar Ibrahim/Reuters-Bazuki Muhammad

Bisnis.com, PADANG—Universitas Negeri Padang (UNP) memberikan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa (HC) di bidang pendidikan politik pada Program Studi Ilmu Pendidikan kepada Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Dato Seri Anwar Ibrahim.

Sidang pengukuhan itu melalui Rapat Senat Terbuka dilakukan di Auditorium UNP, pada Senin (29/10/2018).

Ketua Tim Promotor Fahmi Idris mengatakan dasar pemberian gelar Doktor HC kepada Anwar Ibrahim, setelah melihat rekam jejaknya dalam dunia politik yang bisa dijadikan pelajar bagi generasi muda.

“Perjuangan beliau memberikan pendidikan politik yang baik, sehingga menjadi dasar gelar doktor diberikan kepada Dato’Seri Dr Anwar Ibrahim,” ujarnya.

Menurutnya, di era sekarang etika politik banyak yang tidak sesuai dan tidak memberikan contoh yang baik, dan malah dilakukan oleh kalangan terdidik.

Di tengah kondisi dan kesenjangan pendidikan politk tersebut, imbuhnya, Anwar Ibrahim merupakan pengecualian dan dapat dijadikan model dalam pendidikan politik.

Dia menyebutkan dalam perjuangannya, Anwar adalah tokoh yang gigih dan mengedepankan kepentingan rakyat dan negaranya. Mengalami keluar masuk penjara dan bisa memaafkan dan bekerjasama dengan lawan politik.

Guru Besar Pendidikan Sejarah UNP Mestika Zed mengatakan dalam perjalanan dan perjuangan politik Anwar Ibrahim ada kemiripan dengan founding father Indonesia, Soekarno yang keluar masuk penjara dan memerdekakan Indonesia.

“Beliau adalah inspiring leader Asia, tokoh yang menjadi inspirasi dan panutan di Asia,” katanya.

Selain Fahmi Idris dan Mestika Zed, promotor lainnya dalam pemberian gelar doktor kehormatan tersebut adalah Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno.

Adapun, sejumlah tokoh juga ikut hadir dalam penganugerahan itu antara lain Mantan Presiden Megawati Soekarno Putri, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, dan tokoh – tokoh lainnya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya