Sagami Indonesia Akan Buka Pabrik Kedua di Sumut

Oleh: Ropesta Sitorus 27 Oktober 2018 | 00:43 WIB

Bisnis.com, MEDAN –  Perusahaan elektronik asal Jepang, PT Sagami Indonesia, berniat menambah investasi untuk membuka pabrik keduanya di Sumatera Utara.

Direktur Utama PT Sagami Indonesia Noboru Kamei, menjelaskan permintaan untuk produk elektronik akan semakin tinggi. Oleh sebab itu pihaknya akan membuka pabrik baru di  kawasan Binjai, yang berkapasitas sama dengan pabrik eksisting di Tanjung Morawa, Sumut.

“Target kami pembangunan pabrik baru tersebut akan dimulai pada 2020. Untuk nilai investasinya masih belum bisa kami sampaikan,” katanya kepada Bisnis, belum lama ini.

Dia menjelaskan, jumlah tenaga kerja dan target produksinya kurang lebih sama dengan yang ada di kawasan industri Tanjung Morawa, yakni sebanyak 1.800 orang dan produksi sebesar 5,2 juta pieces per bulan.

Pabrik di Tanjung Morawa tersebut merupakan satu-satunya pabrik Sagami di Indonesia yang mulai beroperasi sejak 2013. Kapasitas pabrik tersebut merupakan yang terbesar kedua setelah pabrik Sagami di China.

Selain di dua negara itu, Sagami juga memiliki pabrik di Malaysia. Adapun kawasan Medan dipilih sebagai pusat produksi karena jarak tempuh yang relatif lebih dekat dari Malaysia dengan jarak tempuh 30 menit penerbangan. Selain itu, jaringan infrastruktur di Sumut dinilai cukup memadai untuk menunjang bisnis perseroan.

Sebagai informasi, Sagami bergerak di bidang produksi material elektronik untuk kebutuhan perusahaan yang bergerak di bidang otomotif dan perusahaan elektronik.

Sejauh ini sejumlah pelanggannya merupakan perusahaan besar yang tersebar di Asean, Jepang, China, Eropa dan Amerika.

Pemasarannya dilakukan dari kantor-kantor cabang yang berada di China, Singapura dan Amerika Serikat dengan tingkat penjualan sekitar US$7.500 juta.

Sebagai contoh, dia menyebut nama perusahaan tenar seperti Panasonic, Sony, serta BMW sebagai pelanggan utama hasil produksi dari pangkalan produksi di tiga negara tersebut.

Adapun dukungan pabrik tambahan di kawasan Binjai tersebut diharapkan dapat memperkuat bisnis perseroan dan mengantisipasi pertumbuhan permintaan di waktu yang akan datang.

“Sekarang produk terkait mobil cukup prospektif sejalan dengan tren mobil listrik sehingga kebutuhan elektrifikasi mobil semakin meningkat,” paparnya.

Editor: Andhika Anggoro Wening

Berita Terkini Lainnya