Riau Jajaki Potensi Ekspor Karet & Ikan ke Aljazair

Oleh: Arif Gunawan 26 Oktober 2018 | 20:47 WIB
Riau Jajaki Potensi Ekspor Karet & Ikan ke Aljazair
Petani menoreh pohon karet/ANTARA-Abriawan Abhe

Bisnis.com, PEKANBARU -- Pemprov Riau bersama Kadin Provinsi Riau menjajaki peluang ekspor komoditas hasil perkebunan seperti karet, kopi, hingga ikan laut ke negara di kawasan Afrika Utara, Aljazair.

Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi mengatakan peluang ekspor ini didapatkan pemda melalui kerja sama antara Kadin Riau dengan Kadin Saf-saf Provinsi Skikda, Aljazair.

"Dari pemaparan Aljazair tadi diketahui di sana membutuhkan komoditas untuk diolah, Riau punya karet, dan juga ikan laut, tapi di sini tidak ada tuna, nanti dicari ikan mana yang cocok untuk diekspor kesana, pengusaha dari Kadin akan membahas lebih lanjut," katanya usai penandatanganan kerjasama Kadin Riau dan Kadin Saf-saf, Skikda Aljazair di Balai Pauh Janggi Gedung Daerah, Pekanbaru Jumat (26/10/2018).

Hijazi menilai kerjasama antara Kadin kedua negara ini menjadi peluang bisnis yang sangat potensial, karena pasar yang dituju cukup menjanjikan.

Selain itu Riau juga menawarkan peluang investasi bagi pengusaha Aljazair untuk dapat menanamkan modalnya di Bumi Lancang Kuning.

Peluang itu misalnya bisnis downstream atau produk turunan sawit, yang memang membutuhkan investor dari luar untuk membangun industrinya.

"Tentu Riau menyambut baik adanya kerjasama antara Kadin Riau dan Skikda Aljazair ini, kami meyakini kedua lembaga dengan masing-masing regulasinya akan membantu dan memfasilitasi pengusaha lokal untuk dapat berperan dan ikut serta di ekonomi dan bisnis kedua daerah," katanya.

Sementara itu Ketua Kadin Riau Juni Rachman mengatakan kerjasama ini diharapkan mampu mendorong volume ekspor impor kedua daerah.

"Harapan kami bisa saling berdampak positif, Riau bisa memenuhi apa kebutuhan Aljazair dan sebaliknya juga Aljazair bisa memenuhi kebutuhan bisnis dan pelaku usaha di Riau," katanya.

Di kesempatan yang sama, Dubes Indonesia untuk Aljazair Safira Machrusah mengatakan potensi ekspor yang bisa digarap daerah di Tanah Air ke Aljazair misalnya komoditas hasil perkebunan.

"Dari survey kami KBRI Aljazair dan sudah mendapatkan infonya dari BKPM di sana, kebutuhannya adalah VCO (virgin coconut oil) yang 75% dari Indonesia tapi belinya melalui pihak ketiga, lalu teh, kopi, aluminium, karet, kokoa, tekstil, sepatu, dan barang elektronik," katanya.

Saat ini kerjasama Indonesia dengan Aljazair menurut Safira semakin erat, setelah dua BUMN yaitu Pertamina dan Wijaya Karya menggarap berbagai proyek yang ada di negara tersebut.

Di sisi lain, Wali atau Gubernur wilayah Skikda, Aljazair, Hadjeri Derfouf menjelaskan potensi negara yang dekat dengan Eropa tersebut. Dia mengatakan negara itu punya potensi cukup besar dan layak menjadi daerah tujuan investasi termasuk dari pengusaha di Provinsi Riau.

"Aljazair memiliki penduduk dengan jumlah mencapai 42 juta jiwa, dan tingkat perekonomian terus membaik sehingga daya beli masyarakat kami saat ini meningkat," katanya.

Bila ada pengusaha yang berminat menanamkan modal, pihaknya mengaku akan memberikan sejumlah kemudahan seperti lahan yang luas dengan harga murah dan penguasaan sampai 99 tahun, tarif pajak 0%, bila rencana investasi disepakati dan membayar uang muka 30% pengusaha dapat mengajukan pembiayaan tanpa bunga, hingga disediakan tenaga ahli yang siap mendukung proses transfer teknologi.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya