100% Desa Berlistrik di Sumsel Dipastikan Terealisasi Akhir Tahun Ini

Oleh: Dinda Wulandari 24 Oktober 2018 | 16:55 WIB
100% Desa Berlistrik di Sumsel Dipastikan Terealisasi Akhir Tahun Ini
Petugas PLN/Bisnis.com-Denis

Bisnis.com, PALEMBANG -- Pemerataan listrik ke desa-desa di Sumatra Selatan diyakini dapat mencapai 100% hingga akhir tahun ini, sehingga setrum PT PLN (Persero) bisa menjangkau masyarakat di pelosok provinsi itu.

General Manajer PLN Wilayah Sumatra Selatan (Sumsel), Jambi dan Bengkulu (WS2JB) Daryono mengatakan realisasi program 100% desa berlistrik di Sumsel sudah mencapai 97,71% pada kuartal III/2018.

"Terdapat 74 desa lagi yang kami catat pada tahun ini belum berlistrik dan kami sudah membangun program rasio desa 100% berlistrik dengan target selesai 2018," paparnya, Selasa (23/10/2018).

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 56 Tahun 2015 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan, terdapat 3.236 desa yang tersebar di Sumsel. Dari jumlah itu, terdapat 3.162 desa yang sudah berlistrik.

Menurut Daryono, pencapaian program 100% desa berlistrik di Sumsel sudah sesuai harapan, di mana lebih besar dibanding realisasi provinsi tetangga yaitu Jambi yang baru mencapai 94,81%. Sementara itu, rasio desa berlistrik di wilayah Bengkulu sudah menyentuh 99,4%.

Untuk mencapai target 100%, PLN menyatakan membutuhkan dukungan pemerintah daerah (Pemda) terutama untuk akses infrastruktur dan pembebasan Right of Way (ROW) dari pepohonan atau tanaman tumbuh.

Dia mengemukakan saat ini Sumsel memiliki ketersediaan daya pembangkit listrik yang berlebih.

"Di Sumsel ada 1.400 mega watt dan pemakaian di Sumsel hanya 870 mega watt," sebut Daryono.

Namun, PLN tak menampik bahwa memang ada beberapa lokasi di provinsi ini yang masih memiliki tegangan yang rendah seperti Tugumulyo dan Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan.

Sebelumnya, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan pemerataan listrik ke desa-desa tuntas 100% paling lambat tahun depan. Dia mengaku sering mendengar keluhan dari masyarakat yang belum merasakan listrik secara merata, khususnya di wilayah pedesaan.

"Sumsel harus terang 100%. Semua listrik harus merata di desa-desa bahkan sampai ke dusun di pelosok. Ini memang sudah menjadi target kami memberikan pemerataan listrik bagi warga Sumsel," jelas Deru.

Dia menerangkan terdapat dua kabupaten yang memprogramkan listrik curah untuk penerangan, salah satunya adalah OKU Timur.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel menilai sebenarnya kebutuhan daya listrik di desa sudah tercukupi. Namun, cakupannya belum sampai ke kampung atau dusun. Hal ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti secara nyata oleh PLN.

PLN juga diminta benar-benar menyalurkan listrik bersubsidi dengan tepat sasaran atas pertimbangan yang bijak dan objektif, dengan memperhatikan kondisi dan situasi masyarakat yang dinilai layak menerima. Hal lain yang menjadi perhatian adalah keterlibatan ketua RT dan kepala desa dalam hal pembebasan lahan untuk pembangunan jaringan.

"Banyak isu-isu, apabila melewati kabel nanti mandul lah, harga tanah jeblok. Nah, ini yang perlu disosialisasi," tambah Deru.

Pihaknya menegaskan siap membantu PLN terkait permasalahan yang dihadapi, termasuk dalam hal pembebasan lahan.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya