Sumut Salurkan 2.000 Ton Bantuan Logistik ke Sulawesi Tengah

Oleh: Ropesta Sitorus 24 Oktober 2018 | 01:45 WIB
Sumut Salurkan 2.000 Ton Bantuan Logistik ke Sulawesi Tengah
Sejumlah personel Tim SAR menggali reruntuhan bangunan dan rumah untuk menemukan korban di lokasi likuifaksi Balaroa Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (11/10). Memasuki hari ke-14 pascagempa, tsunami dan likuifaksi di Palu, Donggala, dan Sigi, pemerintah menghentikan proses evakuasi korban, sedangkan tanggap darurat diperpanjang hingga dua pekan kedepan/Antara

Bisnis.com, MEDAN – Sumatra Utara menyalurkan 2.000 ton bantuan logistik dari masyarakat, pemerintah kabupaten/kota dan Pemerintah Provinsi untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Pemberangkatan 2.000 ton bantuan logistik untuk Sulteng,diangkut dengan sejumlah truk kontainer. Pengiriman bantuan ditandai dengan pengangkatan bendera oleh Gubernur Edy Rahmayadi dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei.

Halitu berlangsung dalam Apel Siaga Bencana di Lapangan Benteng Medan, Selasa (23/10/2018).

Truk-truk pengangkut bantuan selanjutnya menuju Pelabuhan Belawan, untuk diangkut menggunakan kapal menuju Sulteng.

Edy Rahmayadi mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk rasa solidaritas masyarakat Sumut atas duka yang dialami sesama anak bangsa di Sulawesi Tengah.

“Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan bagi saudara-saudara kita di Sulawesi Tengah, terutama yang sangat mengharapkan logistik,” ujarnya.

Dia berujar, bantuan ini sangat penting bagi korban gempa dan tsunami, khususnya untuk kebutuhan utama seperti beras.

“Karena itu, bantuan ini sangat penting untuk kita berangkatkan, makanya nanti menyusul untuk yang lainnya. Ada pakaian, selimut dan selebihnya akan kita berangkatkan menyusul,” kata Edy.

Terkait Apel Siap Siaga Bencana, Edy juga berpesan agar seluruh masyarakat Sumut dan berbagai pihak terkait lainnya terus waspada terhadap cuaca yang terjadi akhir-akhir ini.

“Kita perlu waspada dengan cuaca yang terjadi, sebagai antisipasi kemungkinan bencana alam yang akan terjadi,” ujarnya.

Selain itu, Edy mengimbau seluruh masyarakat untuk terus mengikuti dan mengevaluasi  aturan-aturan yang ada, khususnya tentang tata ruang, yang merupakan salah satu langkah untuk mengantisipasi kemungkinan timbulnya bencana alam. 

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumut Riadil Lubis mengatakan bantuan yang akan dikirim ke Sulteng berupa 2.000 ton logistik merupakan sumbangan dari masyarakat, kalangan swasta, berbagai instansi pemerintah, pemerintah kabupaten/kota dan Pemprov Sumut. 

Bantuan tersebut berupa sandang dan pangan, serta kebutuhan primer bagi para korban bencana di Palu, Sigi dan Donggala seperti beras, pakaian baru, pakaian perempuan, kain sarung dan susu.

Menurut Riadil, bantuan yang diberangkatkan tersebut merupakan tahap pertama. “Kita akan terus menggalang bantuan, seperti welcome dinner for charity di rumah dinas Gubernur Sumut," katanya.

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya