PLN Berkomitmen Topang Pusat Pertumbuhan Batam

Oleh: Sarma Haratua Siregar 23 Oktober 2018 | 20:11 WIB
PLN Berkomitmen Topang Pusat Pertumbuhan Batam
Dirut Bright PLN Batam Dadan Kurniadipura/Bisnis-Istimewa

Bisnis.com, BATAM – Bright PLN Batam terus berkomitmen untuk ambil bagian dalam menyediakan energi listrik bagi pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kepri. Pemerataan kelistrikan untuk pembangunan ekonomi dipercaya akan mampu memperkecil kesenjangan pertumbuhan ekonomi di Kepri.

Siang itu terik matahari semakin menyengat. Namun aktiftas di tengah hamparan lahan di Kawasan FTZ Dompak tampak makin intens. Barisan orang tampak keluar masuk sebuah tenda bongkar pasang yang dibangun di tengah hamparan lahan terbuka seluas 1 hektar. Sementara di sekililingnya tampak alat berat berjejer.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) FTZ Bintan Wilayah Kota Tanjungpinang, Den Yealta tampak paling sibuk diantara semua orang. Wanita berhijab ini tampak hilir mudik, memastikan semua persiapan sudah dilakukan sesempurna mungkin. Pasalnya, Gubernur Kepri Nurdin Basirun akan hadir disana untuk meresmikan pembangunan pabrik pertama di kawasan FTZ Dompak.

Kendati terlihat lelah, keringat bercucuran di pelipis Den Yealta, namun sunggingan senyum tak kunjung pudar dari wajahnya. Dia tampak puas dengan semua persiapan. Acara peletakan batu pertama pembangunan pabrik Rokok itupun sukses dilaksanakn. Resmi sudah PT Megatama Batu Karang Indonesia (MBKI) menjadi investor pertama yang membangun pabrik di kawasn FTZ Dompak.

Den Yealta berharap masuknya investor ini menjadi batu lompatan bagi FTZ Dompak untuk mendatangkan investor-investor selanjutnya ke kawasan ini. Fokus investasi yang akan jadi prioritas adalah industri yang banyak menggunakan konten bahan baku dalam negeri, namun produknya berorientasi ekspor.

Menurut dia, kawasan FTZ Dompak dan Senggarang di pulau Bintan diharapkan mampu berkembang menjadi pusat industri berbasis ekspor di Kepri. Hal ini sejalan dengan visi Gubernur Kepri yang ingin membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi Baru di Kepri, sehingga pertumbuhan ekonomi provinsi Kepulauan ini tak hanya berfokus pada Batam. Selain di bintan, Tanjung Balai Karimun juga gencar dikembangkan menjadi kawawana industri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Saat ini nilai jual kawasan FTZ Dompak dan Senggarang di Pulau Bintan sudah meningkat. Pasalnya, ketersediaan pasokan listrik untuk kawasan-kawasan tersebut sudah terjamin melalui suplai dari Bright PLN Batam. Sehingga proses produksi bagi industrii-industri yang masuk akan lebih terjamin dengan pasokan listrik yang berkelanjutan.

Pasokan listrik ke kawasan-kawasan industri baru di luar Batam sudah menjadi perhatian pokok pemerintah provinsi Kepri. Masih jelas dalam ingatan Direktur Utama Bright PLN Batam ketika mantan Gubernur Kepri HM Sani meminta dirinya mensuplai kebutuhan listrik di pulau Bintan. Saat itu kesenjangan listrik antara Batam dan Bintan sangat besar. Sementara Batam masih punya surplus daya yang belum disalurkan.

Walaupun wilayah kerja Bright PLN Batam hanya ada di Batam, namun ada perasaan empati dan keinginan untuk membantu kelistrikan di Kepri. Bright PLN Batam merasa punya kewajiban untuk turut berpartisipasi memenuhi kebutuhan listrik di wilayah lain di Kepri, terutama untuk memenuhi visi diversifikasi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Masak kita di Batam enak-enakan dengan listrik yang memadai, sementara di tempat lain di Kepri ada krisisi (listrik). Kami segera menyanggupi permintaan Gubernur Kepri. Apalagi saat itu kondisi kelistrikan di Batam sudah surplus dan tak terjai pemadaman,” ujar Dadan.

Sebagai langkah awal, Bright PLN Batam membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) dengan kapasitas 6 MW di Tokojo, Kijang Pulau Bintan. Pembangun ini beroperasi menggunana Compressed Natural Gas (CNG) yang diangkut lewat laut. Brigth PLN Batam menjadi yang melakukan pengangkutan CNG melalui laut.

“Saat itu kami tak menemukan referensi apapun mengenai pengangkutan CNG melalui laut. Akhirnya kita learning by doing. Ternyata bisa jalan juga,” jelasnya.

Setelah di Tokojo, Bright PLN Batam kembali diminta memenuhi kebutuhan listrik di kawasan pemerintahan di pulau Dompak, dengan menggunakan sistem yang sama. Upaya-upaya ini dilakukan sambil menunggu pembangunan kabel laut dari batam ke Bintan selesai dikerjakan oleh PT. PLN (Persero). Setelah kabel laut selesai dibangun, seluruh kebutuhan listrik di Tanjungpinang disuplai melalui Bright PLN Batam. Sekarang bebannya sudah mencapai 70 MW.

Tidak hanya di pulau Bintan, Bright PLN batam juga akan mulai mengaliri listrik ke pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kepri. Bebedapa diantaranya penugasan untuk membangun pembangkit ke Karimun, Dabo Singkep dan pulau Buluh. Bright PLN Batam juga akan mengirim LNG tau CNG untuk keperluan pembangkit wilayah-wilayah tersebut. Selain itu, Bright PLN Batam juga akan mendapat penugasan membangun kabel laut ke Pulau Sambu.

Sementarai itu Gubernur Kepri Nurdin basirun menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan Bright PLN batam guna meningkatkan rasio elektrifikasi di Kepri. Menurutnya, ketersediaan tenaga listrik yang berkelanjutan akan mampu mengakselerasi produktifitas di pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang ada di Kepri.

“Pemerintah Daerah selalu membangun koordinasi dan mendorong PLN Batam dapat menjawab persoalan tentang kebutuhan listrik. Dengan adanya listrik, ekonomi dapat berjalan maksimal,” ujar Nurdin.

Nurdin menegaskan, saat ini pemeritah daerah tengah mencoba mendorong daerah-daerah potensial untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Baru. Di Dompak dan Senggarang hanya beberapa diantara daerah yang akan didorong oleh Pemprov Kepri.

Dengan memiliki pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang merata, maka dampak pertumbuhan ekonomi akan dirasakan merata di seluruh wilayah kepri. Kesenjangan ekonomi antar daerah akan mulai mengecil, yang juga berimbas kepada makin sempitnya kesenjangan pendapatan penduduk.

KONSUMSI LISTRIK BISNIS DAN INDUSTRI MENINGKAT

Konsumsi listrik daya besar di Batam menunjukan pertumbuhan positif tahun ini. Hingga September 2018 ini, konsumsi listrik untuk konsumen listrik dengan daya besar tumbuh sebesar 4 persen secara tahunan. Sampai saat ini jumlah konsumen daya besar Bright PLN Batam telah mencapai 452 pelanggan, dengan konsumsi daya sebesar 80 juta KWH/ bulan.

Peningkatan konsumsi listrik daya besar ini mengindikasikan pergerakan ekonomi yang cukup besar di Batam. Konsumen daya besar adalah ayng menkonsumsi daya mulai dari 240 KVA hingga 30 MVA. Rata-rata adalah industri besar, hotel, apartmen dan segmen bisnis besar lainnya.

Konsumen listrik daya besar biasanya memiliki industri turunan yang cukup besar. Dengan bergeraknya aktifitas bisnis dan industri besar di Batam, akan menggerakan aktfitas industri dan bisnis turunan di bawahnya.

“Pelaku usaha besar itu dampaknya signifikan. Sedikit saja bergerak, Artinya turunannya juga bergerak, sehingga secara umum akan menggerakan roda perekonomian di Batam,” ujar Manager Corporate Customer PLN Batam Arief Sumarna.

Awal tahun, pertumbhan konsumsi listrik daya besar di Batam sempat menunjukan pertumbuhan negatif secara tahunan. Konsumsi listrik berdaya besar sempat menurun drasstis seiring makin turunnya aktifitas industri galangan kapal. Menurut Arief, setiap hari ada permintaan penurunan daya listrik dari industri galangan kapal sejak 2015 silam.

“Tapi sekarang sudah mulai bergairah lagi. Tak hanya konsumen baru, banyak pula konsumen daya besar eksisting meminta kenaikan daya untuk mendukung perluasan usahanya.  Sektor-sektor yang menggerakan adalah industri, apartment, parbrik plastik, pergudangan, manufaktur,” jelasnya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya