Kemenag Riau Minta Masyarakat Waspadai Travel Umrah Bodong

Oleh: Arif Gunawan 23 Oktober 2018 | 15:35 WIB
Kemenag Riau Minta Masyarakat Waspadai Travel Umrah Bodong
Calon jemaah umrah berada di ruang tunggu saat meminta kejelasan keberangkatan dari pihak travel Abutours Cabang Kendari, di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (15/2)./ANTARA-Jojon

Bisnis.com, PEKANBARU -- Kementerian Agama Perwakilan Provinsi Riau meminta masyarakat di daerah itu, untuk mewaspadai penawaran perjalanan umrah dari travel bodong yang sudah menyasar sampai ke daerah pelosok desa.

Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Riau Erizon Efendi mengatakan saat ini travel bodong yang menawarkan umrah dengan biaya murah, sudah tersebar ke seluruh Riau.

"Memang kami akui ada travel tidak resmi dan berjalan sampai sekarang, tapi tidak semua bisa kami pantau karena kantornya itu sudah sampai di gang-gang, dan pelosok desa," katanya Selasa (23/10/2018).

Erizon mengatakan travel umrah bodong memiliki banyak peminat, karena bisnis ini menggiurkan di saat tumbuhnya minat masyarakat untuk jalan-jalan ke luar negeri dengan tujuan religius.

Dari data pihaknya saat ini ada sebanyak 45 travel umrah resmi yang sudah terdaftar di Kemenag. Selain dari travel yang resmi ini, pihaknya meminta untuk waspada penawaran umrah murah.

Ada lima langkah yang bisa dilakukan calon jemaah umrah yang ingin berangkat ke Tanah Suci. Dengan langkah itu, diharapkan masyarakat bisa terhindar dari travel bodong.

"Pertama pastikan alamat travelnya, kedua pastikan pesawatnya, ketiga pastikan hotelnya, keempat pastikan tanggal berangkatnya, terakhir pastikan visanya," katanya.

Selain meminta kewaspadaan, masyarakat yang sudah terlanjur menjadi korban atau mengetahui adanya indikasi penipuan oleh travel bodong, untuk dapat melaporkan masalah itu kepada pihaknya.

Sampai saat ini, Kemenag Riau sudah menerima berbagai laporan soal penawaran umrah bodong dari masyarakat, dan ada empat perusahaan travel sudah menjadi terlapor.

Keempat perusahaan itu adalah Jopenta, BMP, Hannien Tour, dan Azizi Tour. Laporan yang diterima Kemenag yaitu jemaah tidak mendapatkan informasi jelas tentang keberangkatan umrahnya.

"Sampai sekarang pimpinan perusahaan itu di Riau tidak diketahui di mana rimbanya, bahkan marketingnya juga tidak ada," katanya.

Sebelumnya pada Maret lalu, Kemenag Riau juga menerima laporan dari 131 jemaah yang ingin berangkat umroh dan sudah mendaftar di Abu Tours. 

Kantor Abu Tours di Pekanbaru tercatat untuk terakhir kalinya memberangkatkan jemaah umroh pada Desember tahun lalu, dan tidak lagi mengantarkan jemaah ke Tanah Suci, sehingga para korban melaporkan masalah itu kepada Kepolisian.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya