Bawang Putih Sumut Rp30.000/Kg, Naik Dipicu Faktor Internal & Eksternal

Oleh: Ropesta Sitorus 22 Oktober 2018 | 17:02 WIB
Bawang Putih Sumut Rp30.000/Kg, Naik Dipicu Faktor Internal & Eksternal
Ilustrasi./Antara-Rahmad

Bisnis.com, MEDAN — Harga bawang putih di Sumatera Utara mengalami kenaikan yang diduga dipicu oleh faktor cuaca serta pelemahan rupiah.

Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumut Gunawan Benjamin menuturkan dalam empat hari terakhir harga bawang putih mengalami kenaikan yang sangat tajam.

Kenaikan harga bawang putih dari sebelumnya sebesar Rp22.000 per kg, bahkan sempat di level Rp17.000 per kg, saat ini dijual di kisaran Rp30.000 per kg. Sementara itu harga bawang merah, yang sebelumnya sempat terpuruk di bawah Rp15.000 per kg, saat ini dijual di kisaran Rp23.000 per kg. 

“Harga bawang putih saya nilai sudah melewati ambang batas atas harga idealnya,” kata Gunawan, Senin (22/10/2018).

Kenaikan harga bawang putih, kata Gunawan, disebabkan oleh faktor cuaca hujan sangat mengganggu proses penyimpanan dan daya tahan produk seperti yang dikeluhkan oleh para distributor dan pedagang.

Pasalnya pada saat proses pengemasan, bawang yang cenderung disimpan di tempat tertutup akan mengakibatkan bawang busuk cepat busuk.

Disisi lain, ketika dikeluarkan dan siap dijual, bawang justru berpotensi menjadi lembab dan cepat busuk karena curah hujan yang tinggi. Hal tersebut membuat pedagang maupun distributor mengkompensasi dengan menaikkan harga.

“Tapi saya berpendapat bahwa tekanan mata uang US Dolar belakangan ini juga berpengaruh terhadap harga bawang putih karena 95% bawang putih didatangkan dengan cara impor. Jadi pelemahan rupiah serta titik keseimbangan baru Rupiah yang disesuaikan turun belakangan ini membuat harga sejumlah komoditas impor mengalami kenaikan,” katanya.

Lebih lanjut, Gunawan mengatakan harga bawang putih masih berpeluang untuk mengalami penurunan. “Saya melihat besaran harga bawang putih saat ini masih terlalu mahal dan akan ada titik keseimpangan baru nantinya. Kita akan terus pantau dan evaluasi.”

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya