North Sumatra Jazz Festival 2018 Tampilkan Kolaborasi Jazz dan Gordang Sambilan

Oleh: Ropesta Sitorus 22 Oktober 2018 | 13:17 WIB
North Sumatra Jazz Festival 2018 Tampilkan Kolaborasi Jazz dan Gordang Sambilan
Eva Celia tampil dalam North Sumatra Jazz Festival 2018 di Hotel JW Marriot, Medan, Minggu (21/10)./Bisnis-Ropesta Sitorus

Bisnis.com, MEDAN -- Kolaborasi musik jazz dan Gordang Sambilan yang ditampilkan dalam North Sumatra Jazz Festival (NSJF) 2018 mendapat apresiasi dari banyak pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Sumatra Utara (Sumut).

Festival musik tahunan itu kali ini digelar di Hotel JW Marriot, Medan, Minggu (21/10/2018).

"Menarik sekali ya, saat musik jazz dipadukan dengan kesenian tradisional seperti Gordang Sambilan tadi. Ini salah satu bukti bahwa kita masih bisa memelihara kesenian tradisional di tengah zaman yang serba modern saat ini," kata Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah saat diwawancara usai acara NSJF.

Ijeck, begitu dia biasa disapa, berharap para generasi muda penikmat musik di Sumatra Utara (Sumut) bisa terinspirasi dengan NSJF 2018 sehingga bisa merangsang lahirnya kolaborasi-kolaborasi segar berikutnya, terutama yang menggunakan alat-alat kesenian tradisional Sumut.

"Pekan depan juga akan diselenggarakan Samosir Jazz 2018. Saya dengar akan ada banyak penampilan penyanyi jazz internasional yang juga dikolaborasikan dengan lagu Batak. Semoga berjalan lancar," tambahnya.

Bonita yang tampil bersama Erucakra./Bisnis-Ropesta Sitorus

NSJF merupakan festival jazz tahunan yang digelar di Medan sejak 2011. Musisi yang tampil datang dari dalam maupun luar negeri.

Adapun Gordang Sambilan adalah salah satu kesenian tradisional Mandailing. Gordang artinya gendang atau bedug, sedangkan sambilan berarti sembilan.

Dengan demikian, Gordang Sambilan dimainkan dengan menggunakan sembilan gendang besar dengan panjang dan diameter yang berbeda-beda sehingga tiap gendang menghasilkan nada yang berbeda.

NSFJ 2018 dimeriahkan oleh penampilan Eva Celia dengan Vicky Geovaldy, Aldhan Prasetya, Wahyu Agung Munthe, serta Demas Narawangsa. Kemudian, musisi jazz asal Medan Erucakra & CMan tampil bersama Rusfian Karim, Radhian Syuhada, Heri Syahputra, Brian Harefa feat Bonita.

Selain itu, ada juga musisi jazz junior Nikita Mawarni dan Toby.

Erucakra & CMan./Bisnis-Ropesta Sitorus

Adapun kolaborasi jazz dan Gordang Sambilan ditampilkan Erucakra & CMan dalam komposisi bertajuk Rise of The Kingdom - Sriwijaya Kronologi. 

Lebih lanjut, Ijeck juga mengapresiasi penyelenggara acara yakni World Event Management (WEM) dan pihak Waspada Group. Menurutnya, kegiatan seperti ini bermanfaat dan menyegarkan khususnya bagi generasi muda yang haus berkreasi.

Festival musik jazz diniai perlu dipertahankan menjadi agenda tahunan karena menjadi salah satu strategi untuk membantu mendongkrak promosi pariwisata di Sumut. 

"Kami sangat mendukung kegiatan yang positif ini, semoga terus berjalan sukses dan dilaksanakan setiap tahun," ujarnya.

Pada kesempatan itu, dilakukan juga penggalangan dana untuk korban bencana Palu, Sigi, Donggala, dan Mandailing Natal oleh Waspada dan Dompet Dhuafa.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya