DESTINASI PARIWISATA : Sarana Danau Toba Dipacu

Oleh: Ropesta Sitorus 19 Oktober 2018 | 02:00 WIB
DESTINASI PARIWISATA : Sarana Danau Toba Dipacu
Keindahan Danau Toba di Sumut. /Antara

MEDAN — Pemerintah pusat dan daerah akan mempercepat penyediaan sarana-prasarana infrastruktur di Sumatra Utara, khususnya di wilayah Danau Toba, seiring dengan diraihnya investasi swasta untuk pengembangan pariwisata destinasi itu.

Badan Pelaksana Otorita Danau Toba bersama tujuh calon investor, di sela-sela pertemuan tahunan IMF-WB pada pekan lalu di Bali, meneken perjanjian kerja sama investasi pengembangan Danau Toba. Total komitmen investasi yang disepakati mencapai Rp6,1 triliun atau sekitar US$400 juta.

Ketujuh investor yang akan menggelontorkan modalnya di Danau Toba tersebut yakni PT Gaia Toba Mas, PT Agung Concern, PT Alas Rimbawan Lestari, PT Gamaland Toba Properti, PT Crystal Land Development, PT Asset Pacific, dan PT Arcs House - Jambuluwuk.

Kepala Grup Sistem Pembayaran BI Sumatra Utara Andiwiana Septonarwanto mengatakan kesepakatan investasi tersebut menambah optimisme bahwa sektor pariwisata akan semakin berkembang di Sumut.

Andi, begitu dia biasa disapa, berharap komitmen dari para investor tersebut dapat segera direalisasikan agar optimalisasi kontribusi pariwisata terhadap perekonomian Sumut dapat dipercepat. Bahkan tak tertutup kemungkinan pariwisata dapat menjadi sektor unggulan bagi perekonomian provinsi yang selama ini lebih mengandalkan komoditas.

“Apabila investasi ini bisa cepat direalisasikan kami juga optimis target 1 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumut bisa dicapai bahkan bisa terlampaui,” katanya saat ditemui Bisnis, Rabu (17/10).

Andi mengatakan investasi swasta diperlukan untuk pengembangan fasilitas pendukung yang berstandar internasional seperti hotel dan resort hingga fasilitas lapangan golf.

Menurutnya, kawasan Danau Toba memerlukan fasilitas tersebut guna menangkap peluang wisata di waktu yang akan datang khususnya yang berkaitan dengan MICE seperti meeting, incentives, conference, dan exhibition.

Secara terpisah, pemerintah pusat menyatakan akan segera menuntaskan pembangunan fasilitas dasar untuk mewujudkan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata prioritas Indonesia.

Adapun pemerintah Provinsi Sumut Akan segera membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pariwisata untuk meningkatkan penyediaan sumber daya manusia (SDM) terampil.

Hal itu disampaikan Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah seusai menghadiri acara Wisuda XX Politeknik Pariwisata di Medan, Rabu (17/10).

“Semua utilitas dan fasilitas dasar seperti fasilias jalan, air, listrik, dan internet di kawasan Danau Toba ditargetkan selesai tahun 2019,” kata Arief.

Menurut Arief, pemerintah juga akan membangun infrastruktur pendukung lainnya untuk kebutuhan akomodasi, khususnya bangunan-bangunan yang dapat diselesaikan dalam jangka pendek. Berbagai bangunan dan fasilitas tersebut akan dimulai pembangunannya pada tahun 2019.

“Kita mau membangun nomadic tourism, seperti namanya dia nomadic atau berpindah pindah, di sana akan ada hotel caravan pertama di Indonesia, homepod, serta homestay. Saya tidak janji akan selesai tahun 2019, tetapi akan groundbreaking 2019,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga meminta kepada seluruh kepala daerah di kawasan Danau Toba untuk kompak mendukung upaya percepatan pembangunan kawasan tersebut agar berjalan lancar.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah mengatakan Pemprov Sumut berencana membangun SMK Pariwisata di Sumut. Namun dia tidak memerinci target pelaksanaan dan investasi yang akan digelontorkan pemerintah daerah.

“Tujuannya agar masyarakat setempat daerah wisata bisa betul betul mengelola daerahnya sendiri. Jangan sampai menjadi pembantu di rumah sendiri. Lulusan pariwisata harus bisa mengelola potensi daerahnya sendiri,” ujarnya.

Pemprov Sumut juga akan berupaya menambah lapangan pekerjaan, khususnya di sektor pariwisata. Antara lain dengan mempermudah investor yang akan menanam modal di sektor wisata, seperti hotel dan lainnya.

“Masyarakat juga diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan dengan berwirausaha. Bank Sumut ke depan juga bisa memberikan kredit untuk usaha kecil dan menegah, supaya bisa tumbuh dan berkembang di Sumut,” kata Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck.

Selain Danau Toba, imbuh Ijeck, Sumut masih memiliki sejumlah potensi wisata berskala internasional yang juga perlu dikembangkan. Misalnya Bahorok yang habitat orang utan terbesar di dunia, Nias dengan lokasi surfing terbaik kedua di dunia, serta Asahan yang memiliki potensi arung jeram.

REALISASI

Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo berharap komitmen investasi Rp6,1 triliiun yang disepakati di sela-sela perhelatan IMF-WB dapat mulai direalisasikan pada akhir kuartal II/2018.

Nilai tersebut merupakan akumulasi investasi yang digunakan untuk membangun fasilitas akomodasi berupa hotel bintang 4 dan 5 di atas lahan yang dikelola BPODT di kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir.

Adapun skema investasinya berupa perjanjian sewa menyewa dengan hak guna bangunan untuk jangka panjang atau sekitar 30 tahun.

“Perjanjian ini melahirkan kewajiban di kedua pihak. Di sisi kami harus lebih serius menyusun detail planning dan feasibility study, serta menyiapkan infrastruktur seperti listrik, air dan internet. Di sisi investor dalam 6—8 bulan ini sudah harus bicara dengan hotel operator dan siapkan pendanaan sehingga target kami akhir kuartal II/2018 sudah ada hoyel yang groundbreaking,” paparnya saat ditemui di kantornya, Kamis (18/10).

Editor: Roni Yunianto

Berita Terkini Lainnya