Musi Banyuasin Realisasikan Pembangunan Jalan Aspal Karet

Oleh: Dinda Wulandari 12 Oktober 2018 | 14:17 WIB
Musi Banyuasin Realisasikan Pembangunan Jalan Aspal Karet
Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin (kanan) saat acara launching pembangunan aspal hotmix menggunakan campuran serbuk karet alam teraktivasi (SKAT)./Istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG -- Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin merealisasikan pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet sepanjang 465 meter. Hal ini merupakan upaya untuk mendongkrak pemanfaatan karet petani di daerah itu.

Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan pembangunan jalan aspal karet di Desa Mulya Rejo B4 Kecamatan Sungai Lilin merupakan tahap pertama.

"Ini sangat efektif dan membuktikan kalau implementasi pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet akan mendongkrak harga karet di kalangan petani," katanya di sela acara launching pembangunan aspal hotmix menggunakan campuran serbuk karet alam teraktivasi (SKAT), Kamis (11/10/2018).

Dodi mengatakan untuk tahap awal pembangunan itu mampu menyerap 8,49 ton karet alam milik petani rakyat.

"Implementasi pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet sangat nyata, ke depannya akan sangat membantu perekonomian petani karet di Muba apalagi di tengah keterpurukan harga karet," katanya.

Sementata itu Plt. Kepala Dinas PUPR Musi Banyuasin Herman Mayori menambahkan, pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet di Muba menggunakan dana APBD Tahun Anggaran 2018. Proyek ini menelan anggaran sebesar Rp1,8 miliar. 

"Untuk faktor ketahanan, metode pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet ini lebih tahan dan kuat," katanya.

Dia memaparkan ada tiga teknik yang bisa digunakan untuk pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet, yakni:

  • teknologi aspal karet berbasis latek
  • teknologi aspal karet berbasis serbuk karet (SKAT)
  • teknologi aspal karet berbasis masterbatch/ kompon padat

Dia menerangkan pihaknya menggunakan teknologi SKAT dan baru pertama diimplementasikan di Tanah Air.

"Ke depan kami akan berinovasi kembali menggunakan teknologi berbasis latek," ujarnya.

Menurut Herman keunggulan aspal karet salah satunya perkerasan aspal tahan terhadap temperatur dan deformasi, lebih lentur dan fleksibel, kedap air, lebih tahan lama dan mengurangi kebisingan jalan raya.

Sementara itu, Kepala Puslitbang Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Balitbang Kementerian PU PR, Deded Permadi Sjamsudin, mengapresiasi upaya yang dilakukan Pemkab Muba. 

Pemkab Muba dinilai sangat tepat mengimplementasikan pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet. Hal ini juga merupakan penerapan pertama di Indonesia untuk kategori jalan tingkat Kabupaten. 

"Kami apresiasi langkah dan terobosan Bupati Muba untuk komitmen pembangunan infrastruktur di daerahnya dan kami harapkan akan terus berlanjut, perbaikan ruas jalan di Kabupaten Muba akan konsisten menggunakan metode pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet alam," katanya. 

Deded berharap daerah-daerah lain mencontoh Kabupaten Muba dalam melakukan terobosan dan inovasi perbaikan ataupun pembangunan jalan daerah.

"Kami berharap daerah lain bisa mencontoh Kabupaten Muba, terutama bagi daerah-daerah penghasil karet alam," katanya.

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya